10 Anak Perusak Makam Salib Di Solo Adalah Siswa Kuttab

0

Makam Salib

Gaekon.com – Sepuluh anak perusak belasan makam salib di TPU Cemoro Kembar, Solo, Jawa Tengah ternyata merupakan siswa dari sebuah Kuttab.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, mereka diduga siswa dari sebuah Kuttab yang berdiri di sekitar kompleks makam.

Lembaga belajar berupa Kuttab memang belum banyak dikenal. Bahkan Kementerian Agama juga belum mengakomodir aturan untuk lembaga belajar keagamaan dengan model ini.

Kepala Kemenag Kota Solo, Hidayat Maskur mengatakan selama ini hanya menerbitkan izin lembaga belajar agama nonformal dalam 3 bentuk. Ketiganya, sudah mendapat pengakuan dari pemerintah melalui Undang-undang nomor 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan.

“Pondok pesantren, Madrasah Diniyah dan Taman Pendidikan Al Qur’an,” katanya.

Hidayat mengatakan saat ini sudah ada 4 Kuttab di Kota Solo yang telah memiliki izin. Di Kuttab Millah Muhammad yang berada di Kelurahan Mojo tersebut, para siswa belajar dari pagi sampai sore hari.

Mereka memperoleh izin sebagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan.

Hidayat berjanji akan melakukan penelitian mengenai kurikulum yang diajarkan di Kuttab, metode pembelajaran hingga kitab yang digunakan.

“Akan kami evaluasi apakah ada yang menyimpang atau tidak. Kalau tidak ada yang menyimpang, barangkali kami akan mencarikan wadah keberadaan Kuttab,” terangnya.

Sebelumnya, 10 siswa Kuttab di Kota Solo merusak belasan nisan berornamen salib di TPU Cemoro Kembar.

Pengasuh Kuttab Millah Muhammad, Wildan meminta agar persoalan itu tidak perlu diperpanjang. Menurutnya, masalah sudah diselesaikan melalui mediasi. Dari mediasi tersebut, Kuttab tersebut menyanggupi untuk melakukan perbaikan makam yang dirusak oleh murid-muridnya.

D For GAEKON