14 Kepala Puskesmas Di Bintan Kembalikan Uang Dugaan Korupsi Hingga Ratusan Juta

0

14 Kepala Puskesmas Di Bintan Kembalikan Uang Dugaan Korupsi Hingga Ratusan JutaGaekon.com – 14 Kepala Puskesmas di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) secara serentak mengembalikan uang dugaan korupsi senilai Rp 504 juta ke Kejari Bintan.

Melansir dari Kompas, hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Bintan Fajrian Yustiardi.

“Betul, mereka mengembalikan (uang korupsi) secara serentak tanggal 30 Desember 2021,” terangnya.

Keempat belas kepala puskesmas itu mengembalikan uang dugaan korupsi pemotongan dana insentif tenaga kesehatan perorangan Covid-19.

Pihak Kejari masih melakukan sinkronisasi jumlah kerugian yang telah dikembalikan ke-14 kepala puskesmas dengan data dana insentif tenaga kesehatan Covid-19 Kabupaten Bintan Tahun Anggaran 2020-2021.

Pengembalian uang dugaan korupsi tersebut diserahkan langsung oleh kepala puskesmas se-Kabupaten Bintan kepada Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Fajrian Yustiardi sejumlah Rp 504.560.000, berikut rinciannya:

  1. Puskesmas Kijang sebesar Rp 60.160.000
  2. Puskesmas Teluk Sebong sebesar Rp 60.250.000
  3. Puskesmas Teluk Sasah sebesar Rp 50.450.000
  4. Puskesmas Tanjung Uban sebesar Rp 69.200.000
  5. Puskesmas Kawal sebesar Rp 71.300.000
  6. Puskesmas Toapaya sebesar Rp 32.250.000
  7. Puskesmas Tambelan sebesar Rp 36.000.000
  8. Puskesmas Kuala Sempang sebesar Rp 31.950.000
  9. Puskesmas Sri Bintan sebesar Rp 12.900.000
  10. Puskesmas Teluk Bintan sebesar Rp 17.750.000
  11. Puskesmas Berakit sebesar Rp 31.000.000
  12. Puskesmas Mantang sebesar Rp 14.300.000
  13. Puskesmas Numbing sebesar Rp 7.800.000
  14. Puskesmas Kelong sebesar Rp 9.250.000

Fajran menjelaskan, pengembalian uang korupsi tersebut menyusul penetapan Kepala Puskesmas Sei Lekop Zailendra Permana sebagai tersangka dugaan korupsi dana insentif tenaga kesehatan Covid-19 pada 9 Desember 2021.

Sementara itu, Zailendra telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 100 juta dari total kerugian negara sekitar Rp 400 juta. Dengan demikian, total kerugian negara yang dikembalikan ke Kejari bintan sekitar Rp 600 juta.

“Uang tersebut disetorkan ke kas daerah melalui Bank Riau Kepri untuk dimasukkan ke APBD Kabupaten Bintan,” kata Fajran.

D For GAEKON