14 Tahun Jadi Buron Kasus Pembalakan Liar, Adelin Lis Tertangkap Di Singapura

0

14 Tahun Jadi Buron Kasus Pembalakan Liar, Adelin Lis Tertangkap Di SingapuraGaekon.com – Hampir 14 tahun, buronan kasus pembalakan liar, Adelin Lis kabur dari Indonesia. Ia diketahui tengah berada di Singapura sejak 2018. Kejaksaan Agung berniat untuk menjemput langsung Adelin Lis oleh aparat penegak hukum Indonesia dari Singapura.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan bahwa Jaksa Agung RI Burhanudin memerintahkan KBRI untuk hanya mengizinkan Adelin Lis dideportasi ke Jakarta.

“Jaksa Agung RI Burhanudin menolak keinginan Adelin Lis karena penegakan hukum merupakan kewenangan mutlak Kejaksaan Agung. Burhanudin memerintahkan KBRI untuk hanya mengizinkan Adelin Lis dideportasi ke Jakarta,” terangnya.

Pasalnya, pada 2006, Adelin melakukan perlawanan ketika ditangkap di KBRI Beijing. Ia bersama pengawalnya memukuli Staf KBRI dan melarikan diri. Kesempatan untuk membawa Adelin ke Jakarta itu tidak ingin disia-siakan oleh Kejaksaan Agung.

Kejaksaan bahkan menolak surat dari putra Adelin yang meminta agar ayahnya diizinkan pulang sendiri dan akan mendatangi Kejaksaan Negeri Medan agar bisa ditahan di Lapas Tanjung Gusta.

KBRI Singapura telah berkoordinasi dengan Jaksa Agung Singapura untuk menyampaikan keinginan Jaksa Agung.

“Jaksa Agung Singapura sangat memahami kasus ini, tetapi wewenang untuk repatriasi ada di ICA (Imigrasi Singapura), Kementerian Dalam Negeri (Ministry of Home Affairs) Singapura. KBRI secara resmi sudah menyampaikan keinginan penegak hukum Indonesia bagi diizinkannya penjemputan khusus kepada buronan kelas kakap ini,” kata Leonard.

Leonard mengatakan bahwa pihak Kementerian Luar Negeri Singapura pada 16 Juni 2021 tidak memberikan izin untuk penjemputan secara langsung.

Sesuai dengan aturan hukum Singapura, Adelin Lis hanya akan dideportasi dengan menggunakan pesawat komersial. Saat ini pihak Kejagung masih berupaya agar Adelin dapat dideportasi ke Jakarta untuk menjalani hukumannya.

Sebelumnya, Pada 2008 lalu Adelin terlibat kasus pembalakan liar dan dijatuhi hukuman 10 tahun serta bayar denda lebih Rp 110 miliar oleh Mahkamah Agung. Namun ia melarikan diri dan namanya masuk daftar red notice Interpol.

Adelin tertangkap otoritas setempat karena masuk dengan paspor palsu menggunakan nama Hendro Leonardi. Kejaksaan Agung terus memantau proses hukum Adelin hingga pada 9 Juni 2021.

Selain mendeportasi, Pengadilan setempat juga menjatuhi hukuman denda 14.000 dolar Singapura. Pihak keluarga membayarkan denda itu dalam dua kali bayar dalam tempo waktu seminggu.

D For GAEKON