18 Pengunjuk Rasa Tewas, Junta Umumkan Darurat Militer Di Dua Kota Myanmar

0

18 Pengunjuk Rasa Tewas, Junta Umumkan Darurat Militer Di Dua Kota MyanmarGaekon.com – Dalam sehari, sebanyak 18 pengunjuk rasa di Myanmar tewas. Hari itu menjadi hari paling mematikan sejak kudeta pada 1 Februari. Sejak saat itulah, Pada Minggu (14/3) malam JUNTA militer Myanmar memberlakukan darurat militer di dua kota.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Mediaindonesia, Kekerasan yang terjadi pada Minggu (14/3) membuat sejumlah orang tewas dalam aksi protes massal sejak militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dari kekuasaannya sekitar 100 orang, meskipun para aktivis dan kelompok HAM yakin jumlahnya bisa lebih tinggi.

Pada Minggu (14/3) malam itu kota Hlaing Tharyar Yangon dan kota tetangga Shwepyitha akan ditempatkan di bawah darurat militer. Kota-kota tersebut dikenal sebagai pusat pabrik dan rumah bagi pabrik garmen.

“Junta memberikan kekuasaan administratif dan peradilan darurat militer kepada komandan regional Yangon untuk melakukan keamanan, menjaga supremasi hukum dan ketenangan dengan lebih efektif,” kata seorang penyiar di TV yang dikelola pemerintah.

Dalam beberapa pekan terakhir, tentara dan polisi melakukan tindakan keras hampir setiap hari terhadap para demonstran yang menyerukan kembalinya demokrasi.

Tentara dan polisi melakukan tindakan keras dengan menggunakan gas air mata dan menembakkan peluru karet serta peluru tajam untuk memadamkan aksi protes anti-kudeta.

Di Hlaing Tharyar, polisi dan tentara bentrok dengan pengunjuk rasa yang memegang tongkat dan pisau. Mereka bergegas berlindung di balik barikade darurat.

Para pengunjuk rasa yang menggunakan potongan tong sampah sebagai tameng berhasil menyelamatkan beberapa demonstran yang terluka ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan, tetapi seorang dokter mengatakan tidak semua bisa dijangkau.

Utusan PBB untuk Myanmar mengutuk keras pertumpahan darah tersebut. Menurut Utusan Christine Schraner Burgener kebrutalan yang sedang berlangsung tersebut sangat merusak prospek perdamaian dan stabilitas di negara itu.

D For GAEKON