24 Preman Terminal Tanjung Priok Tertangkap Usai Jokowi Telepon Kapolri

0

24 Preman Terminal Tanjung Priok Tertangkap Usai Jokowi Telepon KapolriGaekon.com – Presiden Joko Widodo melapor ke Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo terkait para pengemudi truk kontainer di Terminal Tanjung Priok pada Kamis (10/6).

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kompas, Awalnya, Jokowi berdialog dengan para pengemudi truk kontainer di Terminal Tanjung Priok. Mereka mengungkap perihal kriminalitas yang kerap terjadi di kawasan terminal pelabuhan tersebut.

Di hadapan para pengemudi truk kontainer, Jokowi meminta Kapolri Listyo Sigit Prabowo menindak kriminalitas yang ada di kawasan tersebut.

“Pak Kapolri, selamat pagi. Ini saya di Tanjung Priok, ada keluhan, banyak keluhan dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar,pungli, di (Terminal) Fortune, di NPCT One, kemudian di Depo Dwipa, pertama itu,” kata Jokowi saat menelpon Kapolri.

“Yang kedua juga kalau pas macet, itu banyak driver-driver yang dipalak sama preman-preman. Ini tolong bisa diselesaikan, itu saja,” sambungnya.

“Siap laksanakan, bapak,” kata Sigit dari sambungan telepon.

Setelah menerima laporan tersebut, Tim Gabungan Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara dan Sat Reskrim KPPP Pelabuhan langsung melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp 664.000, 4 unit Handy talky (HT), 9 unit ponsel.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Guruh Arif Darmawan mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan 24 orang terkait kasus dugaan pungutan liar sopir truk kontainer di wilayahnya.

Guruh menyebut, ke-24 orang itu kini masih dalam pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Utara.

“Sudah kita amankan ada 24, lagi kita periksa secara intensif, dari dua lokasi,” kata Guruh.

Dua lokasi tersebut, yakni di Depo PT. Greating Fortune Container (GFC) dan PT. Dwipa Kharisma Mitra Jakarta.

Awalnya, Jokowi hanya bertanya tentang persoalan yang terjadi di kawasan terminal. Namun para pengemudi terpancing dan akhirnya mereka mengatakan bahwa banyak aksi kriminal yang menimpa mereka. Aksi kriminal itu berupa penodongan hingga pembegalan.

Salah seorang pengemudi truk kontainer, Agung bercerita bahwa pada saat New Priok Container Terminal One (NPCT 1) dibangun beberapa waktu lalu, ia dan rekan-rekannya kerap menjadi korban begal.

Ada oknum tak dikenal yang tiba-tiba melompat ke truk, menodong pengemudi dengan senjata tajam, lantas mengambil barang yang menempel di kendaraan seperti ban, aki, dan lainnya.

Meskipun saat itu kondisi jalan ramai, namun tak ada pengemudi lainnya yang berani menolong. Pasalnya, mereka semua takut diserang balik oleh preman tersebut.

Meski demikian, Agung mengaku bahwa kejadian itu intensitasnya sudah menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Jokowi berjanji bakal terus memantau penanganan persoalan ini. Dirinya bakal menunggu laporan tindak lanjut persoalan ini dari Kapolri.

D For GAEKON