24 Jam Dirawat Di Kursi Roda Hingga Tak Diterima Di TPU Keputih, Begini Kisah Mendiang Cucun Mansur

0

24 Jam Dirawat Di Kursi Roda Hingga Tak Diterima Di TPU Keputih, Begini Kisah Mendiang Cucun MansurGaekon.com – Cluster General Manager (GM) Hotel Pesonna Surabaya dan Gresik, Jawa Timur, Cucun Mansur (55) meninggal dunia pada Jumat (9/7) sekitar pukul 17.16 WIB.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Cucun mulai merasakan sakit pada 26 Juni 2021. Karena dianggap ringan dan tidak begitu parah, sehingga ia hanya mengonsumsi obat biasa.

Kemudian pada 2 Juli 2021 putranya Zai membawa Cucun ke Surabaya. Saat itu ia mengeluhkan masuk angin, dan untuk mengobatinya Cucun dikerokin oleh anaknya. Pada 6 Juli 2021 pagi, Cucun merasakan sakitnya makin parah sehingga minta dirawat di rumah sakit.

Saat itu Cucun sedang di Hotel Pesonna Gresik. Keluarga dan karyawan Hotel Pesonna Surabaya seharian mencari kamar di rumah sakit buat Cucun tapi tidak dapat.

Sampai sehabis magrib kondisi kesehatan Cucun semakin drop. Akhirnya keluarga dan karyawannya memutuskan membawa Cucun ke Rumah Sakit Primasatya Husada Citra Surabaya.

Karena semua tempat tidur penuh sehingga Cucun menunggu di kursi roda di tenda yang ada di halaman rumah sakit itu. Sambil menunggu di kursi roda, Cucun menjalani tes swab. Hasilnya positif Covid-19.

Cucun harus menunggu sampai 24 jam di kursi roda hingga baru mendapatkan kamar pada 7 Juli 2021. Dua malam di kamar, pada Jumat, 9 Juli 2021 kondisi kesehatannya semakin menurun.

Tim dokter yang merawatnya memutuskan membawa Cucun ke ruang ICU. Pada Jumat sore sekira pukul 17.16 Cucun menghembuskan nafas yang terakhir.

Cucun Mansur Tidak Diterima Karena Bukan KTP Surabaya

Penderitaan Cucun belum berakhir, pasalnya pihak TPU Keputih tak mau menerima jenazahnya. Hal ini karena KTP Cucun dikeluarkan di Bandung. Petugas di TPU Keputih menegaskan tidak bisa dimakamkan di Surabaya. Harus dibawa ke Bandung, daerah asalnya.

Hal ini tentu membuat keluarga panik, mengingat masih dalam kondisi PPKM Darurat. Kondisi itu sama Food and Beverage Manager  Hotel Pesonna Surabaya Imam Hanafi yang akrab dipanggil Omey disampaikan kepada Cluster GM Hotel Pesonna Malioboro dan Tugu Yogyakarta Joko S Widiyanto.

Saat berkomunikasi sama Omey, Joko ingat teman akrabnya yang selama ini memiliki banyak relasi dan akses yang luas serta gemar menolong sesama tanpa pamrih. Dia adalah Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana.

Joko langsung mengontak Dr Aqua. Mengabarkan tentang Cucun yang meninggal. Kemudian minta tolong agar Cucun dapat dimakamkan di TPU Keputih Surabaya.

Dr Aqua kemudian teringat sama teman akrabnya yang mantan Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia Kota Surabaya periode 2011-2016 Firdaus Hasan Basri.

Firdaus sendiri juga dekat dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Aqua langsung telepon Firdaus. Menceritakan kronologisnya dan minta bantuan pengusaha sukses itu untuk membantu agar jenazah Cucun dapat dimakamkan di Surabaya.

Seusai mereka bicara Dr Aqua langsung mengirimkan data Cucun dan nomor telepon genggam Joko yang mewakili keluarga. Beberapa menit kemudian Firdaus kirim WA ke Dr Aqua. Ia mengatakan bahwa semua langsung diurus Kadis Kesehatan Kota Surabaya Bu Feny.

“Pak Joko dan Bu Feny sudah berkoordinasi. Insya Allah malam ini juga dimakamkan di TPU Keputih,” Katanya.

Kini semuanya telah berakhir. Sejak pukul 02.30 Sabtu dini hari tadi (10/7) Cucun telah beristirahat dengan tenang di TPU Keputih Surabaya, setelah Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya drg. Febria Rachmanita turun tangan untuk membantu memfasilitasi pemakamannya.

D For GAEKON