2 Prajurit TNI Aniaya Anak NTT, Disundut Rokok Hingga Dipukul Bambu

0

2 Prajurit TNI Aniaya Anak NTT, Disundut Rokok Hingga Dipukul BambuGaekon.com – Dua prajurit TNI di wilayah Kodim 1627 Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Serka AODK dan Serma MSB diduga telah menganiaya bocah berinisial PS (13).

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, AODK dan MSB diduga menganiaya PS lantaran menuduhnya mencuri telepon seluler. Hal ini diungkapkan oleh ibu korban, Ati Seuk-Hanas.

PS disiksa mulai dari disundut rokok menyala ke sekujur tubuhnya, kedua tangannya dipukul bambu. Korban juga mengalami kekerasan pada bagian kemaluannya.

“Mereka bakar dengan api rokok 15 batang, Abis (setelah itu) dong (para tersangka) campur odol, lilin baru bakar ini anak (korban) punya kemaluan. Campur lilin dan odol dan petek (pemantik) baru mereka bakar (di kemaluan)”, kata Ati.

PS juga membenarkan cerita sang ibunda itu. Ia mengatakan bahwa telah mendapatkan perlakuan tidak enak dari dua anggota TNI Kodim 1627 Rote Ndao Serka AODK dan Serma MSB di rumah Serma MSB.

Ayah PS, Joni Seuk mengatakan bahwa PS awalnya dijemput Serka AODK dan Serma MSB di rumahnya sejak Kamis (19/8) malam pukul 19.00 Wita, lalu dibawa ke rumah Serma MSB di Kelurahan Metina.

Korban baru dipulangkan Kamis tengah malam. Dan diduga saat itu korban mulai mendapat penganiayaan, karena dituduh mencuri telepon seluler.

Tak berhenti di situ, keesokan harinya pada Jumat (20/8) saat korban bermain di pantai Ba’a, korban kembali didatangi oleh Serka AODK untuk diinterogasi. Tetapi kejadian tersebut tidak diceritakan PS kepada kedua orangtuanya saat itu juga.

Joni menceritakan pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 Wita, Serka AODK bersama beberapa orang lainnya kembali mendatangi rumah mereka untuk menjemput PS. Saat itu PS ketakutan dan bersembunyi dalam lemari.

Saat Serka AODK berhasil menemukan, ia menganiaya korban di kamar hingga mulutnya berdarah. Joni dan istrinya menyaksikan penyiksaan itu.

Sabtu dini hari, lanjut Ati, PS diantar Serma MSB dan Serka AODK ke rumahnya dalam keadaan telanjang. Saat diantarkan tersebut, kata Ati, Serka AODK memaksa PS menunjukkan tempat menyembunyikan telepon seluler yang dituduhkan telah dicuri itu.

“Anak kami terpaksa mengaku bahwa dia yang ambil handphone karena sudah tidak tahan dengan penganiayaan itu. Sampai di rumah anak kami bingung mau ambil handphone di mana, karena bukan dia yang ambil,” tutur Ati.

Sabtu (21/8) pagi sekitar pukul 09.00 Wita barulah korban dipulangkan dua orang kerabat Serka AODK. Dan, sesampai di rumah korban langsung pingsan sehingga langsung dilarikan ke RSUD Ba’a untuk mendapat pertolongan medis.

Danrem 161 Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Legowo WR Jatmiko menegaskan akan menindak tegas kedua oknum anggota tersebut.

Kedua Prajurit TNI Tersebut Telah Ditahan

Walaupun proses adat dan seluruh biaya perawatan korban ditanggung pihak Kodim 1627 Rote Ndao, tapi proses hukum tetap dilaksanakan. Dua prajurit TNI aniaya anak NTT itu kini dikabarkan sudah ditahan.

Serma MSB diketahui bertugas sebagai Babinsa di Koramil 1627/03-Batutua sedangkan Serka AODK adalah staf di Binpers Kodim 1627 Rote Ndao.

D For GAEKON