3 Orang Tewas Akibat Banjir Dan Tanah Longsor Manado

0

3 Orang Tewas Akibat Banjir Dan Tanah Longsor ManadoGaekon.com – Banjir dan longsor yang menimpa Kota Manado, Sulawesi Utara tewaskan tiga orang. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado Donald Sambuaga mengatakan dua korban meninggal karena longsor dan satu korban meninggal karena banjir.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, korban meninggal karena tanah longsor di Kanaan, Ranotana merupakan Johnly Bawoleh. Sementara satu korban lainnya di Teling Tingkulu masih dalam proses identifikasi.

“Data yang masuk di posko penanggulangan bencana Manado, dua korban yang meninggal karena longsor, sementara satu lainnya merupakan korban banjir,” kata Donald.

Sementara korban banjir yang meninggal dunia di Masjid Darul Arqam, Ternate Tanjung bernama Sima Inaku.

Kepala BPBD Manado, Donald Sambuaga mengatakan bahwa air yang naik dengan ketinggian beragam, mulai dari 45 cm hingga 60 cm di sebagian wilayah Manado. Di jalan lingkar Manado air naik sampai lebih dari 50 cm.

Sementara daerah yang diterjang banjir hingga ketinggian 60 cm terjadi di Sario Tumpaan,Tikala,Bitung Karangria, Winangun, Ranotana, Karombasan, Bumi Nyiur, Banjer, Paal Dua hingga lampu merah depan pintu masuk tol.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan sedang hilang lebat disertai kilat dan angin kencang di wilayah Kabupaten Minahasa (seluruh wilayah), Kabupaten Bolaang Mongondow (bagian utara), Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (bagian timur).

BMKG mengatakan bahwa penyebab banjir dan tanah longsor ini adalah karena hujan lebat.

“Analisis sementara, berdasarkan kondisi dinamika atmosfer terkini adanya pusat tekanan rendah (1008 hPa) di Laut China Selatan dan pusat tekanan rendah LPA (998 hPa) di Laut Timur,” terang Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben Arther Molle.

D For GAEKON