3 Tahun Tak Mampu Tuntaskan Kasus Kekerasan Seksual Anak Kiai Jombang, Jasijo Kritik Polda Jatim

0

3 Tahun Tak Mampu Tuntaskan Kasus Kekerasan Seksual Anak Kiai Jombang, Jasijo Kritik Polda JatimGaekon.com – Jaringan Santri Jombang (Jasijo) angkat bicara soal kasus kekerasan seksual yang dilakukan putra kiai Jombang terhadap santriwati di salah satu pondok pesantren Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

Melansir dari Suarajatim.id, Jasijo menilai Polda Jatim terkesan lamban dalam menangani kasus tersebut.

Menurutnya, Polisi terkesan menganakemaskan atau memperlakukan istimewa sosok putra kiai ternama di Jombang tersebut.

Selama tiga tahun (sejak ditetapkan tersangka pada 2019) MSAT melenggang bebas meski berstatus tersangka.

“Polisi selama ini terkesan menganakemaskan MSAT dan justru membikin blunder dengan keberadaan polisi itu sendiri. Buktinya MSAT melakukan perlawanan hukum merasa dirinya tidak bersalah,” kata koordinator Jaringan Santri Jombang (Jasijo) Aan Anshori.

Ia meminta agar polisi tidak perlu takut atau mundur dalam menindak tegas pelaku kekerasan seksual, hanya karena mereka anak kiai.

Aan mengatakan seharusnya aparat kepolisian bisa dengan mudah menangkap MSAT. Seperti kasus kekerasan seksual yang melibatkan pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Mojokerto dan kasus di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

“Yang di Ngoro itu bisa ditangkap dalam kurun waktu kurang satu bulan, namun ini (MSAT) sampai hampir tiga tahun lebih tidak ditangkap,” ucap Aan.

Aan juga meminta kepada asosiasi pesantren di Jatim untuk tidak tinggal diam. Karena semakin berlarutnya kasus kekerasan seksual dengan tersangka MSAT, justru kian memperburuk citra pesantren.

Sebelumnya, MSAT ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual. Ia dilaporkan menyetubuhi NA yang kala itu masih menjadi santri di pondok pesantren.

MSAT berjanji akan menikahi NA. Namun, NA tak kunjung dinikahi. NA kemudian melaporkan MSAT ke Polres Jombang. Laporan itu teregister dengan Nomor LP: LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RESJBG pada 29 Oktober 2019. Pada Desember 2019, Polres Jombang menetapkan MSAT sebagai tersangka.

Kasus itu kemudian diambil alih oleh Polda Jatim. Setelah 2 tahun penyidikan, Polda Jatim akhirnya merampungkan berkas penyidikan dan kasus tersebut dinyatakan P-21.

D For GAEKON