Sebagai Simbol Kesederhanaan, 40 Pemulung Gelar Upacara HUT RI Ke 76 Di Tengah Tumpukan Sampah

0

Sebagai Simbol Kesederhanaan, 40 Pemulung Gelar Upacara HUT RI Ke 76 Di Tengah Tumpukan SampahGaekon.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI Ke-76 tampaknya tak hanya dilakukan oleh para petinggi saja, namun juga para pemulung. Seperti yang terjadi di Jatibarang, Semarang, sebanyak 40 pemulung menggelar upacara HUT RI ke-76 di tempat pembuangan akhir (TPA).

Melansir dari Merdeka.com, 40 pemulung tersebut melaksanakan serangkaian upacara di tengah tumpukan sampah. Hal ini sebagai simbol kesederhanaan.

Kepala UPTD TPA Jatibarang, Wahyu Setyawan mengatakan bahwa pihaknya bermaksud mengadakan upacara bendera tanpa menonjolkan kemewahan.

“Ide itu muncul di tengah pandemi Covid-19 selama hampir dua tahun. Kami adakan upacara bendera tanpa menonjolkan kemewahan. Kami libatkan peserta pemulung sampah dan petugas pengolahan sampah,” kata Wahyu.

Upacara Di Tengah Tumpukan Sampah, Pemulung Tetap Menerapkan Prokes

Meski pelaksanaan upacara tersebut di tengah tumpukan sampah, namun pemulung dan petugas TPA tetap menjaga protokol kesehatan yakni dengan diwajibkan memakai masker, berjaga jarak dan mencuci tangan usai upacara.

“Kami juga ingatkan mereka jangan lengah, tetap patuhi prokes. Karena hanya dengan cara itulah kita bisa mencegah penularan Covid-19,” jelasnya.

Mereka terlihat khidmat, Di sela sela mengheningkan cipta para pemulung begitu khusyuk memanjatkan doa.

“Ini spontan kita lakukan supaya prosesi upacara bendera tetap berjalan khusyuk. Lokasi upacaranya ada di bawah tempat membran pengolahan sampah,” tuturnya.

Saat ini volume sampah yang terkumpul di TPA Jatibarang menurun dengan adanya efek PPKM yang diperpanjang. Dari kondisi normal volume sampah mencapai 900 ton sehari, saat ini jumlahnya berkurang 15 persen.

D For GAEKON