Sejumlah Pasar Tradisional Di Jateng Tetap Diizinkan Buka Ditengah Gerakan Baru Ganjar

0

Sejumlah Pasar Tradisional Di Jateng Tetap Diizinkan Buka Ditengah Gerakan Baru GanjarGaekon.com – Ditengah pelaksanaan gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’ rupanya sejumlah daerah masih mengizinkan dibukanya pasar. Bahkan banyak PKL yang masih beroperasi.

Seperti salah satu contohnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi tetap mengizinkan pasar tradisional dan PKL beroperasi. Menurutnya, aturan dalam SE Gubernur Ganjar ada yang ambigu. Pada poin 1.C disebutkan jika sejumlah tempat seperti pusat keramaian harus ditutup.

Namun pada poin 1 B, sektor esensisal seperti logistik dan kebutuhan pokok masyarakat diizinkan buka. Sehingga keputusan tersebut diambil mengacu pada poin 1.B dan dengan kearifan lokal.

“Di item 1.B kan boleh tapi memang jadi ambigu ketika di 1.C pasar tradisional harus tutup. Karena pasar tradisional menjual kebutuhan bahan pokok maka boleh buka tapi tidak bergerombol dan harus disiplin prokes,” ucapnya.

Namun Hendrar memastikan, untuk toko, mal, perkantoran dan tempat wisata dan sejumlah jalan akan ditutup selama program “Jateng di Rumah” Saja berlangsung.

Bupati Batang, Wihaji juga tetap mengizinkan Pasar tradisional hingga tempat wisata buka ketika ‘Jateng di Rumah Saja’ sedang berlangsung. Menurutnya, hal tersebut diambil sesuai dengan kondisi kearifan lokal Batang.

“Surat edaran sudah saya baca, ada poin akhir yang harus kita lihat kondisi lokal Batang dengan menerjemahkan SE tersebut yang harus memahami suasana kebatinan rakyat, seperti pedagang somai, mi ayam keliling atau para pelaku UMKM yang mendapat rejeki di hari libur akhir pekan,” Ujar Wihaji.

Meski mengizinkan mereka beraktivitas, Wihaji menekankan untuk memberlakukan protokol kesehatan ketat.

Pemerintah daerah Banyumas juga mengizinkan pasar tradisional tetap buka. Namun kelonggaran itu disertai dengan aturan kapasitas pengunjung dan penjual di pasar. Sedangkan untuk mal, pusat perbelanjaan, tempat hiburan dan objek wisata tetap dilarang beroperasi selama dua hari.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah secara resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang pelaksanaan gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’ pada 6-7 Februari 2021. Di dalam SE tersebut, tercantum instruksi gubernur untuk menutup sejumlah tempat selama pelaksanaan gerakan tersebut.

“Penutupan car free day, penutupan jalan, penutupan toko/mal, penutupan pasar, penutupan destinasi wisata dan pusat rekreasi, pembatasan hajatan dan pernikahan (tanpa mengundang tamu), serta kegiatan lain yang memunculkan potensi kerumunan (seperti pendidikan, event, dll),” tulis Ganjar.

Ada juga beberapa sektor esensial yang diperbolehkan beraktivitas saat kegiatan ‘Jateng di Rumah Saja’. Seperti kesehatan, kebencanaan, keamanan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, logistik dan kebutuhan pokok masyarakat, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, dan industru yang ditetapkan sebagai objek vital nasional.

Namun dalam poin SE itu, Ganjar memberi kelonggaran pada kepala daerah untuk menyesuaikan regulasi dengan kondisi dan kearifan lokal daerah masing-masing.

D For GAEKON