Lempari Pabrik Rokok, 4 Ibu Dan 2 Balita Ini Mendekam Di Penjara

0

Lempari Pabrik Rokok, 4 Ibu Dan 2 Balita Ini Mendekam Di PenjaraGaekon.com – Diduga telah merusak pabrik rokok, Empat ibu-ibu dan dua balita warga Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, NTB harus mendekam di sel tahanan Kejaksaan Negeri Praya.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Indozone, mereka dituduh telah merusak pabrik rokok di desa tersebut. Mereka dilaporkan oleh bos pabrik rokok, Suardi karena melempar pabrik rokok tersebut.

Dua orang di antaranya terpaksa membawa bayi mereka ke dalam penjara karena masih menyusui. Keempatnya dijerat dengan pasal 170 KUHP ayat (1) dengan ancaman pidana penjara selama 5-7 tahun.

Suardi melaporkan mereka semua karena untuk memberikan efek jera kepada mereka agar tidak lagi melempari pabrik rokok. Setelah kasus ini menjadi kontroversi, ia akan segera mencabut laporan.

Terkait kejadian ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni meminta empat IRT bersama anaknya yang ditahan agar segera dibebaskan.

Sahroni menambahkan bahwa dalam melakukan penegakan hukum seharusnya para petugas juga melihat latar belakang kasus secara menyeluruh.

“Apalagi, sebenarnya ibu-ibu ini hanya memperjuangkan haknya untuk bisa menghirup udara bersih. Jadi, tidak bisa dibenarkan kalau tindakan ini harus berakhir di tahanan. Saya dari Komisi III menilai hal ini sudah tidak bisa dibiarkan dan para IRT itu harus dibebaskan,” demikian Sahroni.

Sebelumnya, aksi pelemparan dilakukan karena pabrik rokok yang berada di sekitar tempat mereka itu diduga telah mencemarkan lingkungan. Pabrik rokok tersebut juga tidak mempekerjakan warga sekitar, namun pekerja dari luar.

D For GAEKON