5 Rudal ISIS Serang Amerika

0

ISIS (Islamic State in Iran and Syria), melancarkan serangan terhadap pangkalan udara utama Amerika Serikat (AS) di Afghanistan. Serangan itu ditandai dengan meluncurnya 5 rudal penyerang.

Pasukan Afghanistan yang dipimpin NATO mengatakan, penyerangan terjadi pada Kamis (9/4) dan sejauh ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Serangan itu terjadi hanya selang beberapa minggu setelah Taliban dan AS menyepakati penarikan pasukan AS sebagai imbalan atas jaminan keselamatan Taliban. ISIS rupanya belum termasuk di pakta tersebut.

“Lima roket ditembakkan di lapangan udara Bagram pagi ini,” demikian keterangan yang dipantau GAEKON dari Resolute Support di Twitter, merujuk pada pangkalan udara utama AS di Afghanistan, utara Kabul.

Mereka juga mengatakan tidak ada korban jiwa di serangan tersebut, menurut keterangan yang dikutip dari New York Times.

Kemudian ISIS dalam sebuah pernyataan di media sosial mengatakan, penyerangan mereka menarget landasan pendaratan helikopter di Bagram.

Seorang juru bicara yang mengaku mewakili pihak Taliban mengatakan di Twitter, bahwa kelompoknya tidak berada di belakang serangan tersebut.

ISIS yang berafiliasi di Afghanistan atau yang dikenal dengan nama ISIS Khorasan (ISIS-K) sesuai nama wilayahnya, pertama kali dilaporkam muncul di Afghanistan timur pada 2014. Sejak itu mereka bergerak ke daerah-daerah lain, terutama di utara Afghanistan.

Milisi ISIS yang bertempur melawan pasukan asing dan pemerintah Afghanistan serta Taliban, telah melakukan beberapa serangan mematikan di pusat-pusat kota Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir.

Pembebasan tahanan

Taliban sendiri sebagai bagian dari perjanjian mereka dengan AS, telah berjanji untuk membuka pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan yang didukung AS, tapi sejauh ini baru ada sedikit progres.

Pemerintah Afghanistan telah membebaskan para tahanan Taliban dari sebuah penjara di dekat pangkalan Bagram, sebagai langkah untuk membangun kepercayaan bagi pembicaraan Taliban.

Total 100 anggota Taliban dijadwalkan bebas pada Kamis dari penjara dekat pangkalan, setelah sebelumnya 100 anggota lainnya dibebaskan pada Rabu (8/4).

Kesepakatan pertukaran Tahanan mengatur agar pemerintah membebaskan 5.000 tahanan Taliban, dengan Taliban membebaskan 1.000 anggota pasukan keamanan Afghanistan sebagai gantinya.

W For GAEKON