52 CPU Dan 56 HP Disita, Polisi Gerebek Ruko Pinjol Ilegal Di Cengkareng

0

52 CPU Dan 56 HP Disita, Polisi Gerebek Ruko Pinjol Ilegal Di CengkarengGaekon.com – Polisi berhasil mengamankan 56 orang yang bekerja di bagian penawaran dan peminjaman serta penagihan, kantor pinjaman online ilegal di Ruko Sedayu Square Blok H 36, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (13/10).

Seperti yang dilansir GAEKON dari Liputan6, Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto mengonfirmasi hal ini.

“Betul, ada 56 orang yang diamankan,” kata Setyo.

Polisi juga menyita Central Processing Unit (CPU) dan telepon genggam milik karyawan yang berada di ruko.

“Barang bukti ada 52 unit CPU dan 56 unit handphone,” terangnya.

Setyo mengungkapkan bahwa kasus ini sedang didalami oleh Unit Krimsus Polres Metro Jakpus.

“Semua masih dalam pemeriksaan,” jelasnya.

Sementara itu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh anggotanya untuk menindak tegas penyelenggara Financial Technology Peer to Peer Lending (Fintech P2P Lending) atau biasa dikenal dengan Pinjaman Online (Pinjol) ilegal.

Selain itu, tindak tegas tersebut juga merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo. Pasalnya hal itu telah merugikan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Kejahatan Pinjol ilegal sangat merugikan masyarakat sehingga diperlukan langkah penanganan khusus. Lakukan upaya pemberantasan dengan strategi pre-emtif, preventif maupun represif,” kata Sigit.

Sigit menerangkan bahwa pelaku kejahatan Pinjol kerap memberikan promosi atau tawaran yang membuat masyarakat tergiur untuk menggunakan jasa layanan tersebut.

Pinjol Ilegal Sangat Merugikan Masyarakat

Pinjol ilegal sangat merugikan masyarakat, karena data diri korban bakal dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan apabila telat membayar ataupun tidak bisa melunasi pinjamannya.

Sigit menyebut ada beberapa kasus bunuh diri lantaran korban tidak mampu melunasi pinjaman dengan bunga yang besar dari Pinjol ilegal tersebut.

“Banyak juga ditemukan penagihan yang disertai ancaman. Bahkan dalam beberapa kasus ditemukan para korban sampai bunuh diri akibat bunga yang semakin menumpuk dan tidak mampu membayar,” jelasnya.

D For GAEKON