Viral, 5 Makam Kuno Di Solo Ini Ada Di Dalam Rumah Warga

0

Viral, 5 Makam Kuno Di Solo Ini Ada Di Dalam Rumah WargaGaekon.com – Melihat makam di tempat pemakaman umum sepertinya sudah kelewat biasa. Namun bagaimana jika makam tersebut berada di dalam sebuah rumah?

Seperti yang belakangan ini viral, lima makam kuno berada di dalam rumah warga, Kampung Kauman Pasar Legi, Jalan Sutan Syahrir No. 248, Solo, Jawa Tengah.

Kondisi makam berukuran sekitar 1×0,5 cm tersebut terlihat berdebu seperti tidak terawat. Menurut penjelasan pemilik rumah, Ibu Sutadi (78), lima makam itu berada di bagian barat rumahnya.

Empat makam berada di ruangan samping garasi mobil dan satunya berada di luar, namun masih satu pekarangan rumah. Ibu Sutadi mengatakan bahwa makam tersebut sudah ada sejak kakeknya menempati rumah itu.

Ibu Sutadi menjelaskan jika, saat membeli tanah ini makam dalam keadaan rusak yang lantas diperbaiki oleh suaminya.

“Seingat saya makam udah ada sejak tahun 70 an, lantas tak lama kemudian kami membangun rumah ini. Kami hidup berdampingan, tidak ada apa-apa, tidak ada gangguan, keluarga juga tidak apa-apa. Dulu sudah rusak ada yang miring lantas diperbaiki sama bapak (suami) dan dibuatkan ruangan sendiri,” ujarnya.

Menurut penjelasan Ibu Sutadi, lima makam itu merupakan makam anak Mangkunegara IV yang meninggal saat masih kecil.

“Cerita yang saya dapat dari pihak Mangkunegaran mereka meninggal saat masih kecil,” ungkapnya.

Hingga kini setiap tahun ada trah dari Mangkunegaran yang berziarah ke makam tersebut.

“Trah dari Mangkunegaran tiap mau puasa, bulan Ruwah nyekar ke sini tapi perwakilan. Tahun ini juga, mereka tidak pernah absen,” jelasnya.

Dari kelima makam, Ibu Sutadi mengatakan bahwa ada satu yang namanya masih terlihat jelas yakni Raden Ayu Supartinah. Sementara empat lainnya sudah tidak terlihat namanya.

“Ada satu yang namanya masih terlihat jelas yakni Raden Ayu Supartinah. Kalau empat lainnya sudah tidak kelihatan namanya. Dulu ketika jembatan depan itu dibangun, makam ini mau dipindah ke Astana Bibis Luhur, tapi ada orang yang ‘nepi’ dan bilang kalau makam ini tidak mau dipindah,” pungkasnya.

Meski berada di rumah pribadi, namun Ibu Sutadi mengungkapkan tidak sembarangan orang bisa masuk ke ruangan tersebut. Biasanya pihak Mangkunegaran memberi kabar bila akan nyekar.

D For GAEKON