6 Nelayan Di NTT, 1 Nahkoda Dan 5 ABK Terciduk Gunakan Bom Ikan

0

6 Nelayan Di NTT, 1 Nahkoda Dan 5 ABK Terciduk Gunakan Bom IkanGaekon.com – Sebanyak 6 orang nelayan di perairan Sagu, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur diciduk Direktorat Kepolisian Perairan Polda NTT. Pasalnya, mereka kedapatan menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Medcom, Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna B mengatakan, enam orang nelayan itu terdiri dari satu orang nahkoda dan lima orang anak buah kapal (ABK).

“Mereka adalah nelayan asal pulau Buaya, Kabupaten Alor. Jumlahnya ada enam orang satu nahkoda dan lima lainnya adalah ABK,” terangnya.

Barang bukti berupa bahan peledak dan keenam orang nelayan itu saat ini sudah diamankan oleh penyidik Ditpolair Polda NTT untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Personel dari Ditpolair Polda NTT yang sedang berpatroli di perairan sekitar desa Sagu seketika langsung bertolak dengan kapal KP XXII ke lokasi yang dilaporkan. Saat tiba di lokasi, mereka memeriksa nakhoda dan ABK serta isi dari kapal.

Dari hasil interogasi dan pemeriksaan, Ditpolair Polda NTT menemukan sebuah bahan peledak siap pakai.

“Tak hanya itu petugas juga mengamankan barang bukti satu buah bom botol bir aktif, ikan sembilan ekor, kompresor, empat buah box fiber, selang kompresor satu set dan sejumlah barang bukti lainnya,” tambah dia.

Awalnya, keenam nelayan itu bisa tertangkap karena warga di sekitar pesisir pantai desa sagu yang melaporkannya.

Warga melapor bahwa ada satu unit kapal yang sedang lego jangkar di sekitar perairan desa itu. Warga pun mencurigai bahwa kapal itu menangkap ikan dengan alat-alat yang tak ramah lingkungan.

D For GAEKON