700 Aparat TNI-Polri Dikerahkan Jaga Karawang, Usai Kasus Kerusuhan Ormas

0

700 Aparat TNI-Polri Dikerahkan Jaga Karawang, Usai Kasus Kerusuhan OrmasGaekon.com – Pasca kerusuhan ormas di depan Hotel Resinda, Jalan Interchange Karawang Barat pada Rabu (24/11) yang mengakibatkan 3 orang luka-luka, kini sebanyak 700 orang pasukan gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk berjaga di lokasi kejadian.

Melansir dari Kompas, Kepala Polisi Resor (Kapolres) Karawang AKBP Aldi Suhartono mengatakan hari ini, Kamis (25/11) pihaknya melakukan apel gabungan di Lapangan Karangpawitan dalam rangka kondutivitas Karawang.

“Seluruh personel ada 700 namun tadi yang kita apelkan sekitar 400. Sebanyak 300 stand by ada di Kodim 0604 Karawang, dan ada di Polres Karawang,” katanya.

Pasukan tersebut berasal dari personel Polres Karawang, Brimob Polda Jabar, Sabhara Polda Jabar, Kodim 0604 Karawang, dan Yonif 312 Kala Hitam. Mereka akan dibagi, ada yang berpatroli mobile dan stand by di titik-titik tertentu menyesuaikan kondisi.

“Tujuannya adalah pertama kita hadir di masyarakat untuk memberikan rasa nyaman pasca insiden. Oleh karena itu kami hari ini apel gabungan. Harapannya TNI-Polri kami akan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” jelasnya.

Kondisi Karawang Sudah Kondusif

Aldi mengklaim kondisi Karawang saat ini sudah kondusif dan masyarakat beraktivitas seperti biasa. Kerusuhan tersebut diketahui mengakibatkan 3 orang luka-luka.

Tak hanya korban luka, namun sebuah mobil juga hancur. Keributan tersebut tepatnya terjadi di depan Hotel Resinda, Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang sekitar pukul 12.00 WIB.

Menurut keterangan Aldi, kerusuhan ini bermula saat suatu ormas sedang melakukan aksi unjuk rasa di depan salah satu perusahaan di kawasan KIIC terkait pengelolaan limbah.

Unjuk rasa itu berjalan kondusif lantaran pengamanan sudah direncanakan. Namun, tiga anggota ormas yang hendak berunjuk rasa di KIIC tersasar hingga ke kota. Mereka kemudian bertemu dengan ormas lain dan dikeroyok hingga mobil yang ditumpangi rusak.

Tak terima temannya dikeroyok, rekan-rekan korban berencana mendatangi markas ormas yang menganiaya rekan mereka. Saat itu, polisi bertindak cepat melakukan penghadangan dan melakukan pendekatan secara persuasif. Polisi pun berjanji akan memproses hukum pelaku pengroyokan tersebut.

D For GAEKON