Kulit sensitif ini adalah kondisi dimana kulit mudah sekali mengalami iritasi akibat reaksi berlebihan terhadap berbagai faktor, seperti udara. Selain itu bahan kimia dalam produk perawatan atau pembersih kulit juga bisa menjadi faktor iritasi terhadap kulit sensitif.

Iritasi yang dialami kulit juga berbeda – beda. Keluhan pada kulit yang sering dirasakan seperti ruam, kering, gatal, beruntusan, hingga merah seperti rasa terbakar atau perih pada kulit.

Keluhan-keluhan tersebut umumnya muncul setelah kulitnya terpapar zat tertentu, atau udara yang kering dan dingin. Masalah terbesar kulit sensitif adalah jerawat dan ruam. Keduanya seakan tidak bisa dihindari.

Untuk mencegahnya, pemilik kulit sensitif harus merawat kulit dengan baik dan ekstra hati – hati. Cara memperbaiki kulit sensitif ini sendiri bisa dengan memperkuat kondisi kulit. Meningkatkan kemampuan kulit yang sensitif bisa membuat kulit lebih tahan terhadap berbagai masalah. Selain itu, kulit juga dapat lebih mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi. Berikut berbagai cara yang dapat dilakukan agar kulit sensitif semakin kuat dan membaik.

  1. Melindungi Kulit dari Sinar Matahari

Cara pertama yang dapat dilakukan agar kulit sensitif semakin kuat dan tidak mengalami iritasi adalah melindunginya dari sinar matahari. Jangan kontak langsung dengan sinar matahari, tanpa menggunakan cream ataupun tabir surya. Paparan sinar matahari dapat merusak kulit sensitif. Sinar matahari membuat kulit kering dan menua sebelum waktunya.

Sebaiknya, hindari berada di bawah cahaya matahari pada pukul 10 pagi hingga pukul 3 sore. Apabila harus beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, kenakan pakaian tertutup, topi lebar, dan kaca mata hitam.

Selain itu, gunakanlah tabir surya khusus untuk kulit sensitif dengan SPF 30 atau lebih, setiap kali akan beraktivitas di luar ruangan.

Pemilik kulit sensitif juga disarankan untuk mengenakan pakaian yang nyaman dan berbahan katun. Pakaian berbahan ini dapat menyerap keringat, sehingga kulit dapat terhindar dari biang keringat dan iritasi.

  1. Banyak Mengkonsumsi Air Putih

Selain menghindari paparan sinar matahari langsung, mengkonsumsi air putih juga bisa membantu memperkuat kulit sensitif. Dikutip dari CNN, kekurangan air atau dehidrasi dapat membuat kulit lebih tipis dan sensitif. Minum air yang cukup dapat menjaga kondisi kulit tetap kuat.

Ketika kulit kering, hal ini bisa membuatnya lebih tipis dan lebih sensitif. Berdasarkan pantauan GAEKON dari DoranIndonesia, tambahan yang efektif untuk perawatan kulit adalah minum setidaknya 32 ons air sehari.

Ketika kulit sudah terhidrasi, itu akan lebih gemuk dan lebih sehat. Ini menjadi lebih penting seiring bertambahnya usia. Ketika kita dilahirkan, tubuh kita adalah 75% air dan itu berkurang seiring bertambahnya usia. Minum lebih banyak air akan membuat kulit tidak menipis dan tetap kuat seiring bertambahnya usia, ditambah manfaatnya untuk organ-organ lainnya.

  1. Hindari Deterjen

Agar kulit sensitif tetap kuat dan terhindar dari iritasi sebaiknya menghindari penggunaan produk berdeterjen dan astringen. Deterjen terkandung dalam produk pembersih baju, pembersih piring, shampo, dan sabun. Kandungan deterjen dapat merusak dan menghancurkan lemak yang membantu sel kulit tetap kuat.
Sebaiknya, gunakan produk pembersih yang bebas deterjen dan pewangi agar kulit tidak meradang.

  1. Menjaga Tubuh Tetap Dingin

Selain matahari, sebaiknya menghindari pula untuk berada pada suhu yang terlalu panas. Suhu yang panas juga dapat membuat kulit iritasi. Oleh karena itu, selalu jaga kondisi tubuh tetap dingin seperti berada dalam ruangan yang dingin dan sejuk serta mandi dengan air dingin.

Menggunakan serum pendingin atau minyak esensial untuk mendinginkan tubuh juga bermanfaat menjaga kulit tetap kuat.

  1. Membatasi Waktu Mandi

Sebagian wanita banyak yang suka melakukan hal ini. Berlama – lama di kamar mandi. Padahal mandi sudah selesai, namun ada saja berbagai macam treatment yang harus dilakukan, baik itu memakai conditioner ataupun masih melumuri badannya dengan cream lulur.

Tidak sedikit juga wanita yang sedang bermain air sambil bernyanyi di kamar mandi. Karena menurut mereka kamar mandi menjadi salah satu tempat mereka untuk meluapkan ekspresi. Tanpa disadari hal tersebut justru dapat membuat kulit menjadi tidak sehat.

Berdasarkan pantauan GAEKON dari laman Alodokter, mandi terlalu lama bisa membuat kulit mudah rusak. Oleh karena itu, orang yang kulitnya sensitif perlu membatasi waktu mandi, cukup selama 10 sampai 15 menit saja. Selain itu, disarankan juga untuk mandi dengan sabun untuk kulit sensitif dan tidak menggunakan air yang bersuhu terlalu dingin atau panas, melainkan air hangat.

  1. Menggunakan Pelembap

Selain menghindari tempat yang bersuhu panas, menggunakan pelembap juga menjadi alternatif agar kulit sensitif tetap kuat. Menggunakan pelembab dapat memperkuat ikatan lipid atau lemak yang menjaga sel-sel kulit dari iritasi. Pastikan kulit tetap lembap agar terhindar dari iritasi.

Umumnya, pelembap yang mengandung petrolatum, minyak mineral, asam linoleat, ceramide, dimethicone, atau gliserin aman untuk kulit sensitif.

Kulit kering dapat menggunakan lotion atau minyak kelapa sebagai pelembap. Sedangkan kulit berminyak, bisa menggunakan pelembap berbasis silikon.

  1. Konsumsi Buah dan Sayur

Makanan juga memainkan peran penting bagi kulit sensitif. Konsumsi banyak buah dan sayuran untuk menyuplai antioksidan yang dibutuhkan kulit. Mineral dan vitamin dapat meningkatkan produksi kolagen menjaga kulit tetap sehat dan muda. Buah dan sayuran juga dapat mengurangi iritasi pada kulit sensitif.

  1. Kelola Stres

Selain mengontrol pola makan, pikiran kita ternyata juga perlu dikontrol. Karena stres juga dapat berpengaruh pada kondisi kulit. Kelola stres agar kondisi kulit sensitif tidak meradang. Lakukan kegiatan yang menyenangkan untuk mengelola stres seperti menonton televisi, bermain atau pijat.

KL For GAEKON