96 Kantor Cabang BNI Akan Ditutup Tahun Ini

0

96 Kantor Cabang BNI Akan Ditutup Tahun IniGaekon.com – Sebanyak 96 Kantor Cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI di seluruh Indonesia akan ditutup tahun ini.

Direktur Layanan dan Jaringan BNI Ronny Venir mengatakan bahwa penutupan itu dilakukan seiring melesatnya transaksi digital yang dilakukan oleh nasabah.

“Hampir 80 persen volume transaksi itu sudah dilakukan secara digital, sehingga tinggal sedikit orang yang masih berinteraksi langsung. Ini masih ada karena beberapa alasan yang mungkin mereka lebih senang data ke cabang, tapi pelan-pelan kami akan shifting ke transaksi digital,” ungkapnya.

Ronny juga mengatakan bahwa transaksi yang dilayani oleh teller di kantor cabang kian menurun. Kini berkurang hampir 60 persennya, satu teller yang biasanya melakukan 150-200 transaksi.

“Dengan berkurangnya transaksi ini, kami mengurangi jumlah teller yang sudah dialihkan ke mesin. Begitu juga dengan kegiatan di customer service, biasanya rata-rata nasabah customer service itu 50-an, sekarang sudah berkurang,” kata Ronny.

Untuk segmen korporasi, perseroan akan mengembangkan BNI Direct yang merupakan manajemen kas untuk perusahaan-perusahaan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembayaran pajak, bank garansi, dan sebagainya. Meski demikian, di daerah masih dibutuhkan kantor-kantor cabang untuk melayani nasabah.

Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BNI YB Hariantono mengungkapkan pihaknya beroperasi dengan dual mode. Di satu sisi layanan digital ditingkatkan, tapi layanan non-digital juga tetap berjalan.

“Khusus untuk layanan digital, kami melihat segmen masing-masing. Untuk segmen konsumer, fokus kami adalah layanan untuk mobile banking. Kami punya channel yang banyak, kami masih punya channel ATM, internet banking, EDC, agent banking, tapi untuk konsumer yang self service-nya akan fokusnya di mobile banking,” ujar Hariantono.

D For GAEKON