ACI Gelar Ritual Larung Wayang Buto Cakil, Dukung Densus 88 Tetap Ada Di Indonesia

0

ACI Gelar Ritual Larung Wayang Buto Cakil, Dukung Densus 88 Tetap Ada Di IndonesiaGaekon.com – Demi mendukung Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri tetap ada di Indonesia, warga Yogyakarta yang tergabung dalam Aku Cinta Indonesia (ACI) menggelar ritual larung wayang dengan karakter Buto Cakil.

Seperti yang dilansir dari Kompas, kegiatan larung ini sebagai simbol membuang pikiran-pikiran angkara murka dalam hal ini pikiran wacana pembubaran Densus 88.

Larung wayang ini dilakukan di Jembatan Gondolayu, Code Kota Yogyakarta. Mereka memulainya dari kawasan Tugu Pal Putih.

Mereka berkumpul membakar kemenyan dan menyanyikan lagu Jawa, lengkap dengan pakaian ada Jawa. Setelah itu mereka berjalan ke arah Jembatan Gondolayu dan melarung wayang Buto Cakil.

Sebelum dilarung wayang Buto Cakil tersebut dipotong menjadi beberapa bagian. Koordinator ACI Ki Demang Wangsafyudin menjelaskan aksi yang dilakukan ini adalah bentuk dukungan kepada Densus 88.

“Aksi ini menginginkan tetap ada Densus 88 yang selama ini memberantas terorisme, ada jiwa angkara murka yang keblinger ingin menghapus Densus 88,” katanya.

Acara ini sebagai bentuk dukungan agar Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri tetap ada di Indonesia.

Ki Demang mengatakan bahwa Densus seharusnya tidak hanya dipertahankan tetapi justru diperkuat. Hal ini mengingat terorisme sangat mengganggu dan memperburuk citra Indonesia.

Untuk diketahui, Buto Cakil adalah karakter wayang yang mati berdiri karena senjatanya sendiri yaitu keris. Matinya Buto Cakil itu melambangkan seseorang akan celaka karena omongannya sendiri.

Hal ini diartikan sama halnya dengan orang-orang yang akan celaka karena niat jelek untuk menghapus Densus 88.

D For GAEKON