Salah Paham, Insiden Adu Jotos Oknum TNI Dengan Polri Berakhir Damai

0

Salah Paham, Insiden Adu Jotos Oknum TNI Dengan Polri Berakhir DamaiGaekon.com – Usai videonya viral di media sosial, kasus adu jotos oknum anggota TNI dengan Polri di depan Pos Mutiara Mardika Kecamatan Sirimau, Kota Ambon berakhir damai.

Melansir dari Suara.com, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat di Ambon mengatakan bahwa keduanya sudah berhasil didamaikan.

“Sudah didamaikan, di antara mereka juga sudah saling memaafkan. Proses mediasinya dilakukan di Polisi Militer (Pomdam) Kodam XVI/Pattimura,” katanya.

Kombes Pol Muhammad Roem mengatakan perkelahian oknum anggota TNI dan Polri telah didamaikan secara pribadi di hadapan masing-masing pimpinan mereka.

Namun, tindakan disiplin terhadap mereka yang terlibat perkelahian akan tetap dilakukan. Bagi oknum anggota polisi akan ditangani oleh Polresta Pulau Ambon, sedangkan oknum anggota TNI akan dilakukan oleh Pomdam XVI/Pattimura.

“Ketiga oknum anggota polisi dan TNI selanjutnya akan diproses oleh masing-masing institusinya sesuai kode etik kedisiplinan,” ucapnya.

Proses mediasi dihadiri oleh Kapolresta Pulau Ambon Kombes Leo Surya Nugraha Simatupang dan Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) Kolonel Arh Adi Prayogo.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku, Kapendam Kolonel Arh Adi Prayogo juga menyatakan perkelahian yang terjadi hanyalah kesalahpahaman, dan telah diselesaikan dengan jalan damai di Pomdam XVI/Pattimura.

“Ini permasalahan adalah kesalahpahaman. Dan ini sudah didamaikan oleh pimpinan ke dua belah pihak. Tidak ada dendam dan masing-masing anggota akan diperiksa di satuan masing-masing,” terangnya.

Kronologi Perkelahian Antar Oknum TNI Dan Polri

Perkelahian antara oknum anggota TNI dan Polri terjadi saat dua petugas Polresta Ambon berinisial NS dan ZL sedang mengatur jalannya lalu lintas.

NS kemudian menghentikan seorang pengendara yang menggunakan motor jenis KLX tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKP). Karena tidak bisa menunjukkan surat kelengkapan kendaraan berupa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), motor tersebut kemudian dibawa oleh NS dan ZL ke Pos Mutiara untuk diamankan.

Pengendara motor yang tidak diketahui identitasnya lantas menelepon saudaranya BK yang bertugas di Provos Kodam XVI Pattimura.

Oknum anggota TNI itu datang mengenakan seragam dinas dan memaki petugas lalu lintas, lalu mendorong NS dan memukulnya. Insiden perkelahian ini terjadi pada Rabu (24/11) sekitar pukul 18.30 WIT.

D For GAEKON