Ah Masa? Polri Sebut Jumlah Kejahatan Turun Selama Corona

0

Jakarta – Gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat diklaim jumlahnya turun oleh Polri. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra menyatakan jumlah itu tercatat selama pandemi corona terjadi.

“Terjadi penurunan yang signifikan terhadap pelanggaran dan gangguan,” ucap Asep di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kamis 9 April 2020 kepada GAEKON.

Klaim itu bukan sekedar isapan jempol. Asep merujuk pada data jumlah kejahatan di pekan ke-13 tahun 2020 ini ada 4.197 perkara, sementara di pekan ke-14 ada 3.743 perkara. Artinya ada penurunan sebesar 11,03 persen.

Untuk golongan pelanggaran di pekan ke-13 ada 301 perkara, di pekan ke-14 ada 139 perkara, alias menurun 53,82 persen. Selanjutnya, tercatat 69 perkara kategori gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di pekan ke-13, dan 45 perkara di pekan ke-14. Ini membuktikan penurunan 34,78 persen.

“Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di saat ini sangat kondusif, bahkan terjadi penurunan kriminalitas, gangguan dan pelanggaran,” imbuh Asep.

Polri juga mengklaim sudah mengantisipasi keterbatasan alat pelindung diri (APD), cairan pencuci tangan dan alat medis lainnya dengan mengeluarkan Surat Telegram ST/1101/IV/HUK.7.1/2020 bertanggal 4 April 2020 ihwal penanganan perkara dan pelaksanaan tugas dalam kejahatan potensial dalam masa pencegahan penyebaran Covid-19.

Dari instruksi itu, sudah ada 18 kasus yang berkaitan dengan alkes. Modusnya mulai dari memainkan harga, menimbun stok, menghalangi dan menghambat jalur distribusi, serta pengedaran alkes tanpa ijin edar.

“Terdapat 33 tersangka, dua di antaranya ditahan,” ujar Asep. Para tersangka dijerat dengan Pasal 29 dan Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dengan ancaman lima tahun penjara dan denda Rp50 miliar. Tersangka juga dikenakan Pasal 98 dan Pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar.

“Penegakan hukum adalah upaya akhir, karena kami mengedepankan pendekatan preventif berupa imbauan dan pemantauan yang bersifat mengingatkan dan mencegah,” pungkas Asep.

K For GAEKON