Ahok Ngaku Dapat Fasilitas Kartu Kredit Rp 30 Miliar, Arya: Saya Sudah Cek Ke Pertamina, Limitnya Tidak Ada Yang Sampai Rp 30 Miliar

0

Ahok Ngaku Dapat Fasilitas Kartu Kredit Rp 30 Miliar, Arya: Saya Sudah Cek Ke Pertamina, Limitnya Tidak Ada Yang Sampai Rp 30 MiliarGaekon.com – Sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama mengaku mendapatkan fasilitas kartu kredit dengan limit Rp 30 miliar. Komut Pertamina yang kerab disapa Ahok ini mengusulkan agar fasilitas kartu kredit bagi pejabat Pertamina dihentikan.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Menurut Ahok fasilitas kartu kredit bagi pejabat Pertamina ini banyak digunakan tidak sesuai peruntukannya.

“Supaya tertib pemakaian uang. Nanti akan kami sampaikan (perihal tidak tertibnya penggunaan kartu kredit di Pertamina),” ucap Ahok.

Ahok menyebut dirinya mendapatkan fasilitas kartu kredit dengan limit Rp 30 miliar. Menurutnya, limit jelas diperuntukan per orang atau dalam posisinya sebagai Komut Pertamina.

“Iya (untuk Komut). Di kartu saya tertulis demikian, limitnya benar (Rp 30 miliar),” kata Ahok.

Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga membantah adanya limit kartu kredit di sebuah perusahaan negara mencapai Rp 30 miliar.

“Hasil pantauan kami, limitnya tidak ada yang sampai Rp 30 miliar. Limit atasnya Rp 50-100 juta. Saya juga sudah cek ke Pertamina, menurut mereka tidak ada limit kartu kredit mencapai Rp 30 miliar baik untuk direksi dan komisaris,” kata Arya.

Arya menerangkan bahwa dari pengecekan ke beberapa BUMN memang ada fasilitas pemberian kartu kredit, namun digunakan untuk keperluan perusahaan, bukan pribadi.

“Pemakaian kartu kredit untuk keperluan perusahaan supaya tidak memakai uang tunai dan lebih dapat dikontrol dan transparan. Itu dari hasil pantauan kami di beberapa perusahaan BUMN,” lanjut Arya.

Arya juga mengatakan bahwa Kementerian BUMN mendukung semua efisiensi yang dilakukan oleh setiap perusahaan pelat merah, apalagi penghematan yang berhubungan dengan belanja modal (capital expenditure) dan biaya operasional (operational expenditure).

D For GAEKON