Aipda A Tak Terima Dimutasi, Usai Laporkan Rekannya Curi Onderdil Kendaraan Dinas

0

Aipda A Tak Terima Dimutasi, Usai Laporkan Rekannya Curi Onderdil Kendaraan DinasGaekon.com – Kasus Polisi dimutasi gara-gara melaporkan rekannya ini menuai sorotan. Aipda A mengaku kecewa dimutasi. Pasalnya, ia dimutasi setelah melaporkan soal dugaan pencurian onderil kendaraan dinas milik Polres Palopo.

Melansir dari Kompas, Aipda A dimutasi dari Polres Palopo ke Polres Tana Toraja. Aipda A mengungkapkan, dari 22 unit kendaraan dinas Polres Palopo yang dilelang, 4 di antaranya adalah kendaraan roda empat.

Aipda A mengatakan, kendaraan itu bahkan sudah hilang mesin dan sejumlah alat lainnya, sehingga saat dilelang hanya sebagai besi tua yang dihargai Rp 30 juta.

“Menurut saya randis itu sudah dicuri alat-alatnya bukan lagi dipreteli yang seharusnya tidak boleh diperlakukan seperti itu, Ini untuk mengembalikan uang negara ketika lelangnya sesuai dengan kondisi barang. Tetapi, karena mereka mau menguntungkan diri, maka dipreteli alatnya.” Katanya.

Aksi pencurian yang diduga melibatkan 3 oknum anggota Polres Palopo ini kata Aipda A sudah dilaporkan ke Propam Polres Palopo serta Polda Sulsel.

Aipda A Di Mutasi, Rekannya Mendapat Sanksi Administrasi

Namun, ketiga rekannya hanya mendapatkan sanksi administrasi. Sementara Aipda A sebagai pihak pelapor dimutasi ke Polres Tana Toraja.

“Kalau soal mutasi ini saya kurang terima, karena anggota yang dimutasi keluar kota kan biasanya diminta,” ucap Aipda A.

Aipda A rencananya akan kembali melaporkan dugaan pencurian onderdil tersebut ke Polda Sulsel dan melanjutkan kasus ini ke Mabes Polri dan Kompolnas.

Sementara itu, terkait kasus tersebut belum ada konfirmasi dari Kapolres Palopo AKBP Alfian Nurnas karena tidak berada di tempat.

Sebelumnya, kendaraan dinas yang diduga dicuri onderdilnya itu akan dilelang. Namun, jelang hari pelelangan sejumlah onderdil kendaraan dilaporkan hilang alias dipreteli.

Menurut Aipda A, sejumlah onderdil kendaraan dinas yang telah dipreteli itu, antara lain, berupa mesin serta alat-alat lainnya.

Karena itu, ia kemudian mengunggah sejumlah kendaraan dinas Polres Palopo yang sudah dipreteli itu dan akan dilelang melalui group Facebook Suara Journalist KPK Pusat Jakarta.

Aipda A mengaku memang sengaja mengunggahnya ke media sosial Facebook agar para pihak mengetahui kejadian tersebut.

Para pihak yang dimaksud seperti Presiden RI, Kapolri, Kompolnas, dan Kapolda Sulsel. Ia berharap setelah diketahui sejumlah pihak, ada pembenahan di tubuh Polri.

“Itu benar saya sendiri yang posting, dan sekarang postingan itu dihapus oleh orang yang saya tidak tahu siapa yang menghapusnya,” kata Aipda A.

D For GAEKON