Heboh Soal Air Laut Teluk Angke Dan Ancol Mengandung Paracetamol, Ini Kata Wagub DKI

0

Heboh Soal Air Laut Teluk Angke Dan Ancol Mengandung Paracetamol, Ini Kata Wagub DKIGaekon.com – Belakangan ini ramai soal kandungan paracetamol yang ada di laut Teluk Angke dan Ancol. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria angkat bicara soal kasus tersebut.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Suarajakarta, mengenai temuan itu, Riza mengaku sudah meminta Dinas LH menelusurinya. Uji kandungan terhadap kandungan air tersebut sudah mulai dilakukan agar mendapatkan hasil termutakhir.

“Jadi kita memang DLH DKI selalu meneliti setiap 6 bulan sekali, nanti kita tunggu hasilnya, sedang diteliti sesuai dengan PP 22 ttg penyelenggaraan perlindungan pengelolaan lingkungan hidup,” tuturnya.

Di masa pandemi Covid-19 pembuangan limbah medis farmasi memang mengalami peningkatan. Namun Riza mengimbau agar prosedur pengolahan limbah tetap diperhatikan.

“Dinkes sudah melakukan upaya-upaya antisipasi bersama dinas LH untuk memastikan semua limbah dari Covid-19 bisa disalurkan ke tempat-tempat pengelolaan limbah, sesuai dengan SOP aturan yang ada,” katanya.

Riza juga menghimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Pasalnya, membuang sampah di laut hanya akan membuat pencemaran. Apalagi jika yang dibuang adalah limbah medis seperti obat-obatan.

“Masyarakat atau siapapun jangan sembarangan membuang sampah, apalagi limbah obat-obatan, kita jaga lingkungan kita, laut kita, kita jaga kebersihannya dan juga ekosistem kita,” ujar Riza.

Sebelumnya, hasil uji air laut di kawasan Teluk Jakarta menggemparkan publik. Pasalnya, hasil itu menyebutkan bahwa air laut Teluk Jakarta memiliki kandungan paracetamol.

Hasil penelitian tersebut dimuat dalam sebuah jurnal bertajuk Science Direct, Agustus 2021. Tertulis dalam penelitian tersebut, air laut di Angke memiliki konsentrasi tinggi akan kandungan Paracetamol, yakni 610 ng/L. Sedangkan di Ancol ditemukan kandungan paracetamol sebesar 420 ng/L.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun bakal menelusuri hal ini lebih lanjut. Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Yogi Ikhwan menyebut sejauh ini pihaknya belum mendapatkan temuan soal ini. Namun, ia menyebut akan melakukan penelusuran terkait hal ini.

“Nanti kita dalami, kita telusuri di mana sumbernya dan akan membuat kebijakan-kebijakan untuk mengatasi pencemaran itu,” ujar Yogi.

Yogi mengatakan bahwa jika memang benar air laut mengandung paracetamol maka bisa dianggap sebagai pencemaran lingkungan.

D For GAEKON