Ajak Duel Petugas Jaga, Warga Madura Ini Tak Mau Di Swab Antigen Saat Terjaring Penyekatan Di Jembatan Suramadu

0

Ajak Duel Petugas Jaga, Warga Madura Ini Tak Mau Di Swab Antigen Saat Terjaring Penyekatan Di Jembatan SuramaduGaekon.com – Penyekatan di titik Jembatan Suramadu sisi Surabaya terus dilakukan demi mencegah meluasnya penularan Covid-19. Baru-baru ini viral sebuah video seorang warga Madura menantang petugas jaga lantaran enggak di tes swab antigen saat terjaring penyekatan.

Ia diduga terjaring penyekatan di Jembatan Suramadu sisi Surabaya. Aksinya itu terekam video dan diunggah oleh akun Instagram @teluuur.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Ganis Setyaningrum membenarkan kejadian itu. Pihaknya menjelaskan bahwa pria tersebut sempat menolak menjalani tes swab dan melawan petugas.

“Benar sempat menolak dan melawan,” kata Ganis.

Pria tersebut diketahui berasal dari Sampang, Madura dan berniat menuju kota Surabaya namun enggan untuk melakukan swab saat terjaring penyekatan.

Pria berkaos hitam, bercelana jin dan peci hitam itu marah di depan tenda tes swab antigen milik BPBD Provinsi Jatim. Ia tak terima, dan kemudian menantang para petugas untuk duel dengannya.

“Ayo duel sama saya!” teriak pria itu kepada para petugas.

Petugas dari Satpol PP, TNI, hingga Polri yang berada di lokasi kemudian berupaya menenangkan pria itu dengan merangkul dan membawanya menjauh dari tenda. Namun kemarahan pria Madura itu malah semakin menjadi. Alhasil seorang polisi yang berada di lokasi kemudian menjatuhkannya.

Ganis mengungkapkan bahwa dalam melakukan tugas penyekatan di Suramadu, petugas membutuhkan kesabaran dan ketenangan dalam menghadapi masyarakat seperti itu.

Petugas perlu melakukan pendekatan-pendekatan yang humanis terhadap warga. Bahkan jika perlu menggunakan bahasa daerah Madura. Hal ini untuk membuat mereka paham bahwa penyekatan di Suramadu ini demi keselamatan bersama.

Kini, pria tersebut telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Ia mau meminta maaf setelah mendapat arahan oleh petugas di lapangan.

“Sudah minta maaf, setelah diberi penjelasan Kasat Lantas yang ada saat itu,” ujarnya.

D For GAEKON