Akibat Putung Rokok, Kapal Di Sorong Ini Ludes Terbakar

0

Akibat Putung Rokok, Kapal Di Sorong Ini Ludes TerbakarGaekon.com – Akibat putung rokok yang dibuang sembarangan, Kapal Motor Penumpang (KMP) Fajar Baru 8 ludes dilalap si jago merah.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Kepala KSOP Kelas 1 Sorong Jece Julita Piris menyatakan berdasarkan keterangan awal yang diterima, penyebab kebakaran kapal tersebut akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh penumpang di dek dua bagian belakang kapal.

“Kebakaran di kapal fajar baru 8 terjadi sekitar pukul 18.40 WIT. Penyebab kebakaran diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh penumpang di dek dua kapal,” tegas Kepala KSOP Sorong.

Jece menjelaskan bahwa sebelum kejadian kebakaran, jumlah penumpang dari Waisai sebanyak 138 orang dan ABK 11 orang.

“Pemeriksaan awal dilakukan dari KSOP Sorong terhadap anak buah kapal dari Fajar Baru 8. Berdasarkan keterangan sementara, tidak ada yang bisa diselamatkan termasuk ijazah dari Anak Buah Kapal (ABK). Untuk jumlah kerugian juga belum bisa dipastikan berapa. Saat kejadian yang menjadi nahkoda kapal adalah Petrus Bukara Kombang,” tegasnya.

Meskipun beberapa mobil pemadam kebakaran telah berusaha memadamkan api, namun bagian dalam kapal tampak hangus terbakar karena api membakar bagian kapal dengan sangat cepat.

Sebelumnya, KMP Fajar Baru 8 ini terbakar saat berlabuh di Pelabuhan Rakyat, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Malawei, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat, pada Minggu sore (7/3).

Kejadian kebakaran terjadi sekitar pukul 18.00 WIT, setelah Kapal Fajar Baru 8 menurunkan penumpang usai tiba dari Waisai, Kabupaten Raja Ampat.

“Kapal baru saja tiba dari Waisai, saya tidak tahu pasti pukul berapa kapal terbakar. Yang pasti kapal terbakar itu pada saat sudah malam. Untung semua penumpang sudah turun dari atas kapal saat kapal terbakar,” cerita salah satu ABK KMP Fajar Baru 8, Adam.

Adam juga menceritakan bahwa pertama kali api terlihat dari ruangan penumpang. Saat itu ia bersama beberapa ABK masih berada di atas kapal.

“Waktu kebakaran, saya sama teman-teman ABK masih berada diatas kapal. Saat kejadian, api pertama kali dilihat dari ruangan penumpang di lantai dua kapal. Melihat api semakin membesar, saya langsung berusaha menyelamatkan diri. Saya tidak sempat selamatkan apa-apa, termasuk ijazah,” ujarnya.

D For GAEKON