Fakta Aksi Demo Pencari Suaka Asal Afghanistan Di Kantor UNHCR, Mulai Saling Dorong Hingga Pendemo Dibawa Ke Mobil Polisi

0

Fakta Aksi Demo Pencari Suaka Asal Afghanistan Di Kantor UNHCR, Mulai Saling Dorong Hingga Pendemo Dibawa Ke Mobil PolisiGaekon.com – Para pencari Suaka Asal Afghanistan demonstrasi di depan kantor UNHCR, Jakarta Pusat, Selasa (24/8) kemarin. Mereka membawa sejumlah poster, di antaranya bertuliskan “We are mentally exhausted by long processing times”.

Aksi demo ini berujung ricuh hingga saling dorong-dorongan antara massa dan aparat kepolisian. Para pencari suaka itu menuntut kejelasan nasib mereka di Indonesia untuk bisa dipindahkan ke permukiman permanen di negara ketiga sebagai pengungsi.

Salah satu pencari suaka dari Afghanistan, Hakmat mengaku nasibnya terkatung-katung sejak 2013. Mereka mengaku hampir 10 tahun menanti untuk dimukimkan kembali.

“Kami mengadakan protes ini untuk menekan UNHCR, pemerintah Australia dan negara-negara lain yang menerima pengungsi dari Indonesia untuk mengerjakan proses pemukiman kembali yang sudah terlalu lama. Ribuan pengungsi telah menunggu di sini di Indonesia selama 8-10 tahun untuk dimukimkan kembali,” ujar Hikmat.

Hikmat mengaku khawatir dengan keluarganya, terlebih Taliban saat ini sudah menduduki pemerintahan. Maka dari itu ia mendesak UNHCR atas kejelasan nasibnya.

“Kami tidak berdaya dan tidak memiliki solusi lain selain mengangkat suara kami dan memberi tahu dunia tentang masalah dan kekhawatiran yang kita miliki untuk keluarga, orang, dan negara kami,” ujarnya.

Polisi berkali-kali memperingatkan para pencari suaka itu untuk segera bubar. Namun massa menolak, hal inilah yang akhirnya membuat polisi memukul mundur massa.

“Kami imbau, kepada seluruh demonstran, kami imbau sekali lagi, kepada seluruh demonstran, agar sekarang juga meninggalkan lokasi, situasi Jakarta masih level 3, dilarang ada kerumunan,” ujar petugas.

Sejumlah WN Afghanistan Dibawa Ke Mobil Polisi

Meski sempat berhamburan karena dibubarkan paksa, namun massa kembali mendatangi kantor UNHCR. Akhirnya sejumlah WN Afghanistan dibawa ke mobil polisi. Beberapa pengunjuk rasa sempat menghalang-halangi mobil tahanan yang membawa sejumlah pedemo.

“Kenapa dibawa? Salah kami apa?!” ujar demonstran tersebut.

12 orang perwakilan massa akhirnya bertemu dengan pihak UNHCR. Pertemuan ini digelar di kantor UNHCR, Menteng, Jakarta Pusat.

Salah satu perwakilan pencari suaka Afghanistan, Hassan Ramazan Rateq, mengatakan UNHCR berjanji akan menindaklanjuti permintaan para pencari suaka terkait kejelasan status penempatan.

“Mereka bilang akan mendengarkan kami dan tak akan menolak kami seperti sebelumnya. Mereka bilang kita harus membuat grup untuk diskusi lebih lanjut,” kata Hassan.

Hassan juga menyatakan banyak pencari suaka Afghanistan yang telah bertahun-tahun tinggal di Indonesia, tapi tak kunjung mendapatkan kejelasan status penempatan.

“Di masa lalu, beberapa WN (pencari suaka) yang datang pada 2017 sudah mendapat kejelasan, sedangkan yang datang pada 2011-2012 masih hidup di sini (Indonesia),” sebutnya.

Akhirnya massa membubarkan diri sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas mengarahkan massa menuju parkiran bus yang berada di seberang gedung Balai Kota DKI Jakarta. Setelah itu satu unit water cannon Polres Metro Jakarta Pusat menyemprotkan cairan disinfektan di area sekitar gedung UNHCR.

D For GAEKON