Aliran Lava Di Mars Ternyata Adalah Lumpur, Ini Kata Peneliti!

0

Aliran Lava Di Mars Ternyata Adalah Lumpur, Ini Kata Peneliti!

Gaekon.com – Seorang peneliti dari Akademi Ilmu Pengetahuan Ceko di Institut Geofisika, Petr Brož terpesona dengan gambar satelit yang menunjukkan fitur-fitur unik di permukaan Mars. Salah satunya yaitu mengenai isu lava di planet Mars.

Lava yang sempat dibicarakan banyak orang itu ternyata adalah lumpur. Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Struktur formasi tanah Mars disebut mirip dengan aliran lava ini disebabkan karena lumpur yang mengalir seperti lava.

Dalam planet merah ini ada banyak kerucut curam yang tingginya mencapai kiloanmeter. Puluhan ribu kerucut tersebut tersebar di belahan utara Mars. Semua kerucut tersebut memiliki kawah kecil yang berada di atasnya.

Brož dan teman-temannya meneliti mengenai bagaimana lumpur akan berperilaku di permukaan Mars. Hal ini dilakukan guna mengetahui apakah mereka di bentuk oleh magma ataupun lumpur. Dengan begitu Brož dan teman-temannya mulai menguji coba lumpur dalam ruangan yang bertekanan rendah.

Tak hanya bertekanan rendah, ruangan yang digunakan untuk menguji ini suhunya harus seperti di Mars. Selain itu, ruangan ini harus dapat mereproduksi tekanan atmosfer dan komposisi. Ketika ruangan itu diatur ke -4 derajat Fahrenheit, mereka akan menuangkan lumpur.

Namun dalam percobaan itu, lumpur tidak dapat segera membeku. Di atas lumpur justru membentuk lapisan es, sehingga bagian dalamnya mencair. Retakan lumpur cair di lumpur yang beku tersebut tumpah. Sehingga tumpahan lumpur cair tersebut akhirnya membeku.

Tekanan atmosfer rendah di planet Mars ini yang membuat air menjadi tidak stabil, mendidih, dan menguap. Maka dari itu, lumpur menjadi dingin dan akhirnya membeku.

Percobaan ini sendiri hampir sama dengan aliran lava ‘ropy’ di Hawaii dan Islandia. Dalam aliran lava ‘ropy’ tersebut permukaan bergelombang membentuk ketika lava perlahan mendingin. Sementara dengan percobaan lumpur dalam tekanan atmosfer Bumi, tidak dapat membentuk lapisan es.

Ketika suhu turun, lumpur tidak dapat mengembang ataupun menciptakan bentuk lava. Brož tidak menyangka bahwa lumpur akan bergerak seperti lava di planet lain. Hal ini membuatnya berfikir kalau kerucut-kerucut yang ada di permukaan Mars sebenarnya adalah sebuah gunung.

Iya Brož menduga bahwa kerucut itu adalah sebuah gunung berapi sedimen, dimana lumpur dibawa ke permukaan dari kedalaman ratusan kaki bahkan lebih dari 1,5 kilometer di bawahnya. Dirinya juga mengatakan bahwa gunung berapi sedimen berfungsi sebagai jendela ke bawah permukaan.

Melansir dari Phys, untuk menciptakan kembali lingkungan Mars, para peneliti melakukan percobaan pada tekanan rendah dengan suhu yang sangat dingin yaitu -20 derajat Celsius. Para peneliti mengatakan bahwa pembekuan yang cepat dan pembentukan lapisan es membuat lumpur yang mengalir bebas di bawah kondisi Mars berperilaku berbeda dari di Bumi.

KL For GAEKON