Heboh Aliran Pelindung Kehidupan Di Sumbar Resahkan Masyarakat, MUI Tunggu Kajian FKUB Dan Pakem

0

Heboh Aliran Pelindung Kehidupan Di Sumbar Resahkan Masyarakat, MUI Tunggu Kajian FKUB Dan PakemGaekon.com – Aliran Pelindung Kehidupan di Solok Selatan, Sumatera Barat belakangan ini jadi perbincangan. Pasalnya, ajaran ini dinilai sudah meresahkan masyarakat.

Melansir dari Republika, saat ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solok Selatan masih menunggu kajian lebih lanjut dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan (Pakem).

MUI menunggu kajian lebih lanjut untuk menentukan Aliran Pelindung Kehidupan di kabupaten itu dinyatakan sesat atau tidak.

“Sekarang informasi yang didapat baru dari mulut ke mulut dan perlu dilihat apakah ada AD/RT atau aturan beribadahnya secara tertulis dan harus ditelusuri lagi sehingga kami menunggu kajian dari FKUB dan Pakem,” kata Ketua MUI Solok Selatan, Syarkawi Aziz.

Meski demikian, MUI tetap memantau Aliran Pelindung Kehidupan tetapi secara jenjangnya sekarang tugas FKUB dan Pakem yang menelusuri.

Meresahkan Karena Salah Satunya Terkait Sholat Yang Tidak Terlalu Perlu

Sementara itu, Ketua FKUB Solok Selatan, Yusriadi, mengatakan Aliran Pelindung Kehidupan ini sesuai penelitian Pakem sudah meresahkan masyarakat, salah satunya terkait sholat yang tidak terlalu perlu.

“Dalam waktu dekat kami akan turun ke lapangan untuk melihat bagaimana ajaran Pelindung Kehidupan ini,” ujarnya.

Jika nantinya aliran itu diketahui sesat, maka akan dilakukan pembinaan agar pengikutnya kembali berjalan sesuai syariat Islam.

“Tugas kami hanya menjaga dan membina kalau sangsi itu hak pemerintahan,” jelasnya.

D For GAEKON