Masuk DPO, Anak Kiai Jombang Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Santriwati

0

Masuk DPO, Anak Kiai Jombang Jadi Tersangka Kasus Pencabulan SantriwatiGaekon.com – Putra seorang kiai di Jombang, MSA ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati.

Melansir dari Tempo, Kepolisian Daerah Jawa Timur menerbitkan surat daftar pencarian orang (DPO) terhadap MSA.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Totok Suharyanto mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan upaya paksa terhadap MSA karena beberapa kali mangkir dari panggilan polisi.

“Kami akan melakukan upaya paksa terhadap MSA karena beberapa kali mangkir dari upaya pemanggilan polisi,” terang Totok.

Totok menerangkan secara fakta yuridis perkara dugaan pencabulan santriwati dengan tersangka MSA sudah dinyatakan P-21 alias berkas lengkap oleh kejaksaan pada 4 Januari 2022.

“Kami berkewajiban menyerahkan tersangka dan barang buktinya kepada pihak kejaksaan,” katanya.

Tersangka MSA merupakan warga asal Kecamatan Ploso, Jombang, Jawa Timur. Ia merupakan pengurus sekaligus anak kiai ternama di daerah tersebut.

Totok mengatakan sudah melayangkan panggilan pertama dan kedua kepada tersangka. Pada panggilan pertama, MSA melalui kuasa hukumnya menyatakan tidak datang dengan alasan sakit dan meminta waktu hingga 10 Januari.

Namun yang bersangkutan tidak hadir. Kemudian hari Kamis kemarin, penyidik mendatangi kediaman tersangka MSA di pondok pesantren di Jombang. Namun, kedatangan penyidik sempat mendapatkan penolakan dengan alasan MSA sedang tidak berada di tempat.

“Kami kemudian menerbitkan DPO untuk proses selanjutnya dan akan dilaksanakan upaya paksa,” tuturnya. Mengenai batas waktu bagi tersangka untuk menyerahkan diri atau dibawa paksa, Totok berharap tersangka MSA bersikap kooperatif.

Dilaporkan Ke Polres Jombang Sejak Oktober 2019

Pada Oktober 2019, MSA dilaporkan ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan terhadap perempuan di bawah umur asal Jawa Tengah dengan Nomor LP: LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RESJBG.

MSA diketahui tidak pernah sekalipun memenuhi panggilan penyidik. Ia lalu ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2019.

MSA kemudian menggugat Kapolda Jatim karena menilai penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus pencabulan tidak sah. Ia sempat mengajukan praperadilan dan menuntut ganti rugi senilai Rp100 juta dan meminta nama baiknya dipulihkan.

D For GAEKON