Kasus Perempuan Bentak Ibu Arteria, Analis Militer: Mobil Dinas TNI Hanya Untuk Kegiatan Operasional TNI Bukan Untuk Kepentingan Pribadi

0

Kasus Perempuan Bentak Ibu Arteria, Analis Militer: Mobil Dinas TNI Hanya Untuk Kegiatan Operasional TNI Bukan Untuk Kepentingan PribadiGaekon.com – Insiden cekcok anggota Komisi III DPR dan perempuan yang mengaku anak jenderal akan diusut tuntas.

Hal ini diungkapkan oleh  Analis militer dan pertahanan Institute of Defense and Security Studies Connie Rahakundini Bakrie. Kasus tersebut harus diusut lantaran sikap perempuan yang mengaku anak jenderal bintang 3 di TNI itu terlihat sangat arogan.

Perempuan tersebut membawa-bawa pangkat sang ayah. Saat tiba di area kedatangan domestik di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, perempuan itu dijemput dengan mobil dinas TNI.

“Apalagi sikap yang bersangkutan juga memakai mobil dinas dan perangkatnya seperti sopir serta sekretaris pribadi. Konsekuensi apa yang harus diterapkan pada jenis pelanggaran seperti ini,” ujar Connie.

Connie menilai bahwa sikap arogan perempuan itu tidak muncul tiba-tiba. Namun juga dipengaruhi dari lingkungan bagaimana ia dibesarkan.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, sempat mengungkap mobil yang ditumpangi perempuan yang membentak ibu Arteria Dahlan itu. Mobil tersebut memiliki nomor polisi 75194-03, jenis Mitsubishi Pajero Sport dan berkelir hijau ala militer.

“Kendaraan itu digunakan oleh seorang Brigjen TNI yang dulu di Kodam Jaya tetapi kini sudah berpindah tugas ke BIN (Badan Intelijen Negara). Kasusnya saat ini sedang ditelusuri oleh pejabat berwenang dalam hal ini polisi militer,” ungkap Hasanuddin.

Perempuan itu berada di Terminal 2 di area kedatangan bersama pria yang berpangkat Brigadir Jenderal. Namun, ia masih memeriksa hubungan perempuan tersebut dengan Brigjen TNI itu.

Mobil militer yang dibawanya itu ternyata merupakan kendaraan dinas TNI Angkatan Darat Kodam Jaya. Padahal, Mobil dinas TNI penggunaannya mengikuti aturan dari ketentuan Panglima TNI. Kendaraan dinas hanya untuk kegiatan operasional TNI dan dilarang digunakan untuk kepentingan pribadi.

Sementara itu, analis militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan, insiden cekcok di Bandara Soekarno-Hatta menjadi pekerjaan rumah pertama untuk diselesaikan oleh Panglima TNI yang baru, Jenderal TNI Andika Perkasa.

“Saya kira POM TNI juga harus menyelidiki masalah ini secepatnya. Pemeriksaan sebaiknya tidak hanya ke perempuan yang mengaku anak jenderal bintang tiga, tetapi juga oknum TNI yang mendampinginya di bandara,” ujar Fahmi.

Menurut Fahmi, langkah Arteria dengan membawa perkara cekcok itu ke ranah hukum sudah tepat. Sebab, di sana bisa menjadi pembuktian bahwa sikap arogansi di kalangan prajurit TNI dan keluarganya nyata.

Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan, TNI telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengusut soal video cekcok di antara dua warga sipil. Komandan Polisi Militer (Danpuspom) sudah mulai menelusuri pihak-pihak yang terekam di dalam video yang diunggah di akun Instagram anggota DPR Komisi III, Ahmad Sahroni.

“Penelusuran sudah mulai dilakukan sejak Senin malam kemarin dan pagi tadi sudah langsung berkoordinasi dengan Polresta Bandara. Kami sifatnya siap menerima laporan dari dua pelapor, seandainya ada tekanan atau apapun yang dikeluhkan oleh pelapor,” ujar Andika pada Selasa (23/11) di Mabes Polri.

Sesuai Kewenangan TNI, Yang Dapat Diproses Hukum Hanya Anggota Militer

Namun, Andika menggarisbawahi sesuai kewenangan TNI maka yang dapat diproses hukum hanya anggota militer. Sedangkan, bila ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh warga sipil akan diurus oleh kepolisian dan masuk ke peradilan umum.

Cekcok rupanya sudah dimulai di dalam kabin pesawat. Baik Arteria maupun ibunya serta perempuan itu menumpang pesawat NAM Air dari Bali dan tiba pada Minggu malam, 21 November 2021.

Perempuan itu kesal karena staf Arteria yang tengah menurunkan barang dari kompartemen dianggap menghalangi jalannya.

D For GAEKON