APBD 2020 Rp 10 T, Pemkot Surabaya Bertekad Rampungkan Infrastruktur

1

Surabaya, JATIM – APBD kota Surabaya tahun 2020 tembus Rp 10,3 triliun. Dengan anggaran sebesar itu, Pemkot Surabaya bertekad untuk merampungkan sejumlah infrastruktur yang direncanakan sebelumnya.

Baca juga : APBD Jatim 2020 Untuk Sektor Pendidikan

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Ery Cahyadi menyebut prioritas pembangunan disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya. Fokus tahun 2020 tak hanya infrastruktur, tapi juga kesehatan dan pendidikan.

“Visi wali kota itu dituangkan dalam RPJMD, dan fokusnya tiga bidang itu,” kata Ery di ruang kerjanya dalam siaran pers yang diterima GAEKON Rabu 29 Januari 2020.

Di bidang infrastruktur, tahun ini pemkot terus melanjutkan pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) ruas Sememi ke Utara-Fly Over Teluk Lamong, dan melanjutkan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) ruas Nambangan-Kedung Cowek.

Selain itu ada sejumlah proyek pengadaan tanah dan pelebaran frontage road seperti di Wonokromo, akses menuju Gelora Bung Tomo dan akses Lapangan Tembak.

Lalu ada juga pengadaan tanah dan pembangunan Jembatan Gunungsari (Gajah Mada), pembangunan box culvert diversi Gunungsari, pembangunan Jembatan Joyoboyo, Jembatan Ngagel, dan Jembatan Undaan Wetan-Undaan Kulon.

“Di samping itu, ada pula pengadaan tanah dan pembangunan Itu semuanya berada di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan yang anggarannya tahun ini mencapai Rp 1,3 triliun,” tegas Ery.

Selain itu, tahun ini Pemkot Surabaya juga akan fokus pembenahan berbagai infrastruktur demi mempersiapkan tuan rumah piala dunia U-20 tahun 2021.

Sementara itu untuk bidang kesehatan, Pemkot Surabaya bakal melakukan inovasi. Seperti pembangunan fasilitas kedokteran nuklir di RS BDH dan radiotherapi di RSUD dr M Soewandhie.

Dua fasilitas baru itu sangat bermanfaat bagi pasien penderita kanker di Surabaya. “Makanya, Bu wali menginginkan fasilitas tambahan ini karena warga Surabaya sangat membutuhkannya,” kata dia.

Sedangkan di bidang pendidikan, pemkot mematok anggaran lebih dari 20 persen dari keseluruhan APBD. Alokasi anggaran itu dipakai untuk pembiayaan pendidikan gratis SD-SMP. Perhitungan pemkot atas BOPDA saat ini berdasarkan rombongan belajar, bukan per-kepala lagi.

Bahkan, nanti akan ada pemberian jasa pelayanan bagi guru sekolah swasta sebanyak Rp 1 juta per orang per bulan.

“Ada pula berbagai beasiswa yang disediakan oleh pemkot, sehingga anggarannya juga lumayan besar,” tegasnya.

K For GAEKON