Nekat Beraktivitas Ditempat Umum, Aplikasi PeduliLindungi Deteksi 1.603 Orang Positif Covid-19

0

Nekat Beraktivitas Ditempat Umum, Aplikasi PeduliLindungi Deteksi 1.603 Orang Positif Covid-19Gaekon.com – Aplikasi Peduli Lindungi mendeteksi sebanyak 1.603 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan kontak erat. Pemerintah akan menindak mereka yang mengetahui dirinya positif Covid-19 namun masih nekat beraktivitas di luar.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kompas, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah akan membawa mereka yang positif Covid-19 dan masih nekat beraktivitas di tempat umum ke dalam isolasi terpusat.

“Pemerintah akan menindak orang yang masuk dalam kriteria hitam Peduli Lindungi, yang masih berusaha melakukan aktivitas di area publik dan membawa mereka ke dalam isolasi terpusat,” kata Luhut.

Luhut menegaskan, bagi mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 atau memiliki riwayat kontak erat, maka diwajibkan untuk menjalani isolasi dengan ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, Pemerintah telah menerapkan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi di beberapa sektor dan tempat umum.

“Per 5 September kemarin, total masyarakat yang melakukan skrining dengan penggunaan Peduli Lindungi di beberapa sektor publik seperti pusat perbelanjaan, industri, olahraga dan lain-lainnya telah mencapai hampir 21 juta orang,” ungkapnya.

Dari 21 juta orang, sebanyak 761 ribu orang yang masuk kategoti merah. Apabila muncul warna merah saat melalui skrining dengan aplikasi Peduli Lindungi, maka menandakan orang tersebut belum mendapat vaksinasi, sehingga tidak diperkenankan masuk ke fasilitas publik.

Pemakaian aplikasi Peduli Lindungi ini akan diterapkan pada 6 aktivitas utama masyarakat, diantaranya yaitu:

  1. Perdagangan: pasar, toko modern, mal, toko, atau pasar tradisional
  2. Transportasi: darat, laut, dan udara
  3. Pariwisata: hotel, restoran, event, atau pertunjukan
  4. Kantor atau fasilitas publik: pemerintahan, swasta, bank, pabrik besar, UMKM atau skala rumah tangga
  5. Keagamaan: masjid, gereja, wihara, pura, dan kegiatan keagamaan
  6. Pendidikan: PAUD, SD, SMP, SMS, dan perguruan tinggi

Dengan adanya aplikasi ini, Luhut berharap bahwa masyarakat bisa saling menjaga dan melindungi, agar tidak membangun klaster baru di berbagai tempat.

D For GAEKON