Atasi Kewalahan Sediakan Ventilator Di Tengah Pandemi, Apakah Manusia Bisa Bernafas Dengan Dubur?

0

Atasi Kewalahan Sediakan Ventilator Di Tengah Pandemi, Apakah Manusia Bisa Bernafas Dengan Dubur?Gaekon.com – Pandemi Covid-19 yang melanda berbagai negara di dunia membuat para ilmuwan tak pernah berhenti bereksperimen untuk membasmi virus tersebut.

Mereka menciptakan berbagai macam alat untuk mendeteksi virus tersebut hingga mencari tahu bagaimana cara melawan serangannya.

Saluran pernafasan yang diserang virus Covid-19 ini membuat rumah sakit harus menyiapkan alat bantu pernapasan berupa ventilator.

Alat tersebut bekerja dengan mendorong udara langsung ke paru-paru untuk memasukkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Banyaknya jumlah pasien tidak seimbang dengan jumlah ventilator memuat pihak rumah sakit kewalahan.

Agar tidak kewalahan saat kehabisan ventilator, para ilmuwan mencari cara baru memompakan oksigen ke dalam tubuh.

Dalam rangka mencari solusi baru, para ilmuwan mempelajari beberapa hewan air seperti timun laut dan ikan Misgumus anguillicandatus yang bisa bernapas dengan usus. Selama ini, tidak ada yang tahu bahwa mamalia juga punya kemampuan serupa.

Ilmuwan dari Tokyo Medical and Dental University, Takanori Takebe mengatakan bahwa awalnya mereka hanya mengamati model mencit untuk melihat apakah bisa memasukkan oksigen lewat anus.

Dalam penelitian, mereka menempatkan mencit di lingkungan dengan oksigen rendah. Hasilnya, mereka hanya bertahan 11 menit. Dengan ventilasi atau bantuan napas lewat anus, 75 persen tikus bertahan hidup selama 50 menit.

Mereka kemudian mencoba dengan oksigen cair dimasukkan ke jalur yang sama. Percobaan ini dilakukan pada tikus, mencit, dan babi. Hasilnya dinilai cukup menjanjikan.

Para ilmuwan menyebut masih butuh penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah pendekatan serupa cukup aman dan efektif pada manusia.

Namun teknik yang ada saat ini, extracorporeal membrane oxygenation (ECMO), berisiko memicu perdarahan dan pembekuan darah.

D For GAEKON