Bahaya! Ngabuburit Di Jalur Kereta Api Bisa Dipenjara!

0

Bahaya! Ngabuburit Di Jalur Kereta Api Bisa Dipenjara!Gaekon.com – Menghabiskan waktu sembari menunggu berbuka seringkali dilakukan di luar rumah. Mulai dari berburu takjil hingga bersantai di tempat tertentu.

Mereka biasanya mencari tempat yang gratis, dan mudah dijangkau, seperti contohnya jalur kereta api. Selain tempatnya dekat dengan rumah mereka, disinilah biasanya mereka bisa melihat matahari tenggelam sembari menunggu kereta lewat dengan duduk di atas rel.

Maka dari itu banyak yang memilih tempat ini untuk menunggu waktu berbuka puasa atau biasa disebut Ngabuburit. Kebiasaan ini sepertinya sudah tidak bisa dilakukan lagi, pasalnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI kini melarang masyarakat beraktivitas di jalur kereta api. VP Public Relations KAI Joni Martinus turut mengonfirmasi hal ini.

“KAI dengan tegas melarang masyarakat berada di jalur kereta api untuk aktivitas apapun selain untuk kepentingan operasional kereta api,” terangnya.

Hal tersebut tanpa disadari dapat mengganggu perjalanan kereta api dan membahayakan diri sendiri. Mereka yang melanggar akan dipidana paling lama tiga bulan.

Dengan berbondong-bondong ngabuburit di lintasan kereta api, mereka pasti akan menyebabkan kerumunan. selain dapat meningkatkan potensi penularan Covid-19 di tengah-tengah masyarakat, juga dapat membuat kecepatan kereta api terpaksa dikurangi sehingga berpotensi mengganggu jadwal perjalanan kereta api.

“Selain dapat membahayakan keselamatan, masyarakat yang melanggar juga dapat dikenai hukuman berupa pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 15.000.000. Hukuman tersebut sebagaimana yang dinyatakan dalam pasal 199 UU 23 tahun 2007,” tambahnya.

Joni mengatakan, larangan beraktivitas di jalur kereta api telah ditegaskan dalam UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian pasal 181 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api, ataupun menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

Pada momen Ramadhan di tahun 2021 ini, banyak masyarakat yang menunggu waktu berbuka, bermain, atau bahkan berjualan di area jalur kereta api. Bahkan ada anak-anak yang menaruh benda asing atau memindahkan batu balas ke atas rel KA yang dapat merusak prasarana kereta api.

Batu balas sendiri tidak boleh diambil karena fungsinya yang sangat vital yaitu untuk meneruskan dan menyebarkan beban bantalan ke tanah dasar, mengokohkan kedudukan bantalan, dan meluluskan air.

D For GAEKON