Bahaya Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Di Medsos, Begini Kata Polri

0

Bahaya Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Di Medsos, Begini Kata PolriGaekon.com – Ajang pamer sertifikat digital vaksinasi Covid-19 sedang menjadi tren saat ini. Sebagian dari mereka mungkin ingin memberitahu khalayak umum jika dirinya “sudah divaksin” sehingga mengunggah sertifikat tersebut ke media sosial.

Tanpa disadari, hal ini secara tidak langsung membocorkan data pribadi masing-masing. Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengingatkan kepada masyarakat agar tidak mengunggah sertifikat tersebut ke media sosial.

Lindungi data diri Anda. Jangan unggah sertifikat digital (vaksin) Covid-19,” demikian pernyataan resmi Siber Polri yang disiarkan lewat akun twitter @CCICPolri.

Sertifikat Dapat Digunakan Mengakses Data Pribadi

Menurut keterangan Polri, data pribadi yang tersebar itu dapat dipergunakan pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

“Bisa saja data pribadi kamu digunakan untuk hal-hal negatif atau kriminal oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.

Sertifikat digital itu memuat kode QR yang dapat dipindai (scan) siapapun yang mengaksesnya. Sebagai informasi, kode matriks tersebut akan langsung mengarahkan pemindai ke data pribadi pemilik sertifikat saat mendaftar vaksin.

Baru-baru ini muncul sejumlah kasus kebocoran data pribadi ke media sosial ataupun forum daring. Salah satunya, beredar dugaan data kartu tanda penduduk (KTP) dengan potret diri (selfie) yang dijual di media sosial.

Sebagai informasi, masyarakat yang sudah divaksin Covid-19 akan mendapat sertifikat digital ataupun fisik. Hal ini untuk bukti bahwa yang bersangkutan telah divaksin Covid-19.

D For GAEKON