Banjir Bandang Dan Longsor Di NTT, Akses Jalan Terputus Hingga 14 Desa Terdampak

0

Banjir Bandang Dan Longsor Di NTT, Akses Jalan Terputus Hingga 14 Desa TerdampakGaekon.com – Sebanyak 14 desa di dua kecamatan terdampak bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai mengatakan bahwa bencana tersebut mengakibatkan akses jalan, internet, hingga telepon terputus total.

“Ada beberapa desa terdampak di dua Kecamatan yakni Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur yang berada di bawah gunung Ile Lewotolok masih terputus. Akses jalan, internet dan telepon,” terangnya.

Thomas mengatakan bahwa banjir tersebut menyeret tumpukan erupsi material dari gunung Ile Lewotolok yang mengakibatkan sejumlah ruas jalan tertutup material kerikil dan batu besar. Bahkan ada juga yang menghantam rumah warga.

“Semua jalan tertutup material batu besar dan kerikil,” jelasnya.

Sejauh ini ada 14 desa dari dua kecamatan yakni kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur yang terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Lembata.

Thomas belum bisa merinci jumlah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan longsor. Pasalnya, pemerintah masih berkonsentrasi untuk mengevakuasi warga dan melakukan pencarian korban hilang.

Thomas Langodai menjelaskan saat ini telah dibangun dua dapur umum dari BPBD Lembata di kantor camat Ile Ape dan di BPBD Lembata di Lewoleba.

Sementara itu kepala BPBD Lembata, Sipri Meru menjelaskan telah membangun empat posko pengungsian bagi warga terdampak cuaca ekstrem dari dua kecamatan yakni Ile Ape dan Ile Ape Timur.

Sipri Meru merinci empat posko pengusian tersebut berada Kantor Camat Ile Ape yang menampung 191 warga, Posko Kelurahan Lewoleba Timur 85 orang, kelurahan Lewoleba Tengah 78 orang dan Posko Kelurahan Selandoro 18 orang.

“Total pengungsi totalnya 372 orang tetapi masih akan terus bertambah,” kata Sipri.

Banjir bandang dan longsor dari gunung api Ile Lewotolok terjadi akibat hujan deras yang mengguyur lokasi tersebut beberapa hari ini.

D For GAEKON