Banjir Bandang Bogor, 50 Orang Terisolasi Lantaran Jembatan Terbawa Arus

0

Banjir Bandang Bogor, 50 Orang Terisolasi Lantaran Jembatan Terbawa ArusGaekon.com – Sejumlah rumah dan jembatan di wilayah Cidurian, Kabupaten Bogor, Jawa Barat rusak akibat banjir bandang yang terjadi pada Senin (6/9) malam.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Akibat luapan sungai Cidurian, sejumlah rumah dan jembatan menjadi rusak.

Menurut keterangan Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani sebanyak 50 orang santri dan guru di Ponpes Darussalam terisolasi lantaran jembatan utamanya terbawa arus.

“50 orang santri dan guru di Ponpes Darussalam terisolasi karena jembatan utama yang membentang di atas Sungai Cidurian terbawa arus. Saat ini tim reaksi cepat (TRC) sudah berupaya masuk ke sana,” katanya.

Adam mengatakan banjir bandang di Sungai Cidurian terjadi akibat curah hujan tinggi sejak sore hingga menjelang malam di wilayah barat Kabupaten Bogor.

Adam juga menjelaskan bahwa banjir tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur di empat kecamatan, yakni Cigudeg, Nanggung, Jasinga, dan Sukajaya.

Di Kecamatan Nanggung, jalan sepanjang delapan meter mengalami longsor, tepatnya di Desa Malasari.

Kemudian, di Kampung Cigowong, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, jembatan bambu ikut terbawa banjir bandang. Jembatan penghubung Desa Urug, Kecamatan Sukajaya dengan Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung juga terbawa arus banjir bandang.

Selain itu jembatan menuju Pondok Pesantren Darussalam, Desa Kalong Sawah, Kecamata Jasinga serta jembatan Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung yang ikut terbawa arus.

Data sementara menyatakan penghuni 10 rumah di bantaran Sungai Cidurian yang berlokasi di Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, terpaksa diungsikan.

Bupati Bogor Ade Yasin telah menerjunkan personel untuk melakukan pertolongan pertama. Selain itu pihaknya juga menghimbau agar masyarakat tetap waspada dan mengungsi sementara.

“Saya telah menginstruksikan camat, BPBD, Tagana, Linmas, dan instansi terkait untuk turun ke lapangan memberikan pertolongan pertama, mengecek dan memonitoring langsung perkembangan yang terjadi,” katanya.

Sementara itu Camat Cigudeg, Pardi mengatakan luapan air Sungai Cidurian berangsur surut pada malam hari. Meski demikian, ia tetap meminta warga di bantaran sungai mengingsi ke tempat yang relatif lebih aman.

D For GAEKON