Banjir Rob Mamuju, Rendam Permukiman Warga Hingga Rumah Sakit

0

Banjir Rob Mamuju, Rendam Permukiman Warga Hingga Rumah SakitGaekon.com – Sulawesi Barat tepatnya di Kota Mamuju terendam banjir pada Sabtu (6/11) petang. Banjir Rob ini membuat permukiman warga serta mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Banjir Rob akibat air laut pasang ini merendam permukiman warga dan rumah sakit Bhayangkara. Menurut pengakuan salah seorang warga bernama Anca, banjir ini merendam separuh permukiman warga yang umumnya berprofesi sebagai nelayan.

“Banjir laut pasang dari perairan Sulawesi ini merendam separuh permukiman warga yang umumnya berprofesi sebagai nelayan di pesisir pantai di lingkungan Kelurahan Karema, Kota Mamuju,” ujar Anca.

Banjir ini merendam kelurahan di pesisir Kota Mamuju, diantaranya permukiman warga Kelurahan Binanga dan Kecamatan Mamuju dan Kelurahan Karema, Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju.

Banjir rob yang yang terjadi di Lingkungan Kasiwa, Kelurahan Binanga, Mamuju membuat permukiman warga serta mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu.

Sementara banjir rob di Kelurahan Simboro merendam rumah sakit Bhayangkara sehingga pelayanan medis di rumah sakit itu menjadi terganggu.

“Gelombang pasang mampu melewati jalan arteri dan sejumlah sungai, sehingga mengakibatkan air laut merendam separuh permukiman warga dan juga rumah sakit Bhayangkara yang terletak di pesisir Mamuju,” kata Haerul salah seorang warga.

Air laut pasang disertai ombak besar datang menerjang pesisir Kelurahan Karema sehingga mengakibatkan separuh permukiman warga terendam banjir setinggi lutut orang dewasa atau sekitar 40-50 centimeter.

Haerul mengungkapkan masyarakat mengungsikan barangnya ke tempat yang lebih tinggi karena khawatir terendam banjir rob tersebut.

Banjir Rob Tahun Ini Cukup Parah Dibanding Tahun Sebelumnya

Air laut pasang juga terjadi tiga tahun lalu, namun banjir rob kali ini cukup parah jika dibandingkan dengan sebelumnya. Banjir rob ini patut diwaspadai karena berpotensi masih terjadi hingga tiga hari ke depan. Haerul berharap tanggul penahan air laut dipasang pemerintah supaya banjir rob tidak lagi menggenangi permukiman warga sekitar pesisir Kota Mamuju.

D For GAEKON