Bareskrim Ungkap Kasus Pemalsuan Tabung Oksigen Dengan Tabung Pemadam Api Ringan (Apar)

0

Bareskrim Ungkap Kasus Pemalsuan Tabung Oksigen Dengan Tabung Pemadam Api Ringan (Apar)Gaekon.com – Kebutuhan oksigen yang semakin tinggi seiring dengan peningkatan kasus positif Covid-19 membuat situasi ini disalahgunakan oleh orang-orang tak bertanggung jawab.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap kasus pemalsuan tabung oksigen dengan menggunakan tabung pemadam api ringan (Apar).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Helmy Santika membenarkan hal ini. Pihaknya mengatakan bahwa ada tabung Apar yang diubah menjadi tabung oksigen.

“Ada tabung apar yang dirubah jadi tabung oksigen. Ini sebenarnya berbahaya karena tabung apar atau untuk pemadam kebakaran itu enggak didesain untuk oksigen,” kata Helmy.

Pihak polisi menjerat enam tersangka dalam kasus ini. Namun Helmy enggan merincikan lebih lanjut mengenai lokasi tempat para tersangka itu ditangkap. Helmy mengatakan bahwa apar yang bisa dibeli dengan modal Rp700 hingga Rp900 ribu itu kemudian dijual dengan harga variatif oleh para pelaku.

“Untuk tabung apar ini variatif, antara Rp2 juta, Rp3 juta,” jelas Helmy.

Pihak kepolisian tengah melacak para pembeli dari tabung tersebut. Pasalnya, tabung apar akan berbahaya apabila digunakan untuk keperluan medis berkaitan dengan oksigen.

“Kita tidak tahu bagaimana tank cleaning-nya, di dalamnya gas CO2, kalau misalkan diisi gas oksigen tidak bagus tentu bahayakan orang,” terangnya.

Tersangka Pemalsuan Tabung Oksigen Terancam 15 Tahun Penjara

Para tersangka dijerat Pasal 106 UU Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan, Pasal 197 UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 62 Jo Pasal 8 UU nomor 8 tentang Perlindungan Konsumen, dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Pihak kepolisian masih akan terus mengembangkan perkara tersebut. Sampai saat ini diketahui sudah ada 190 tabung yang dijual oleh para tersangka.

D For GAEKON