Begini Penampakan Sertifikat Elektronik atau E-Sertifikat

0

Begini Penampakan Sertifikat Elektronik atau E-SertifikatGaekon.com – Perubahan Sertifikat tanah menjadi elektronik sempat hebohkan masyarakat. Mereka khawatir jika diubah menjadi elektronik maka akan berpotensi terjadi kehilangan atau berpindah kepemilikan.

Padahal, sertifikat elektronik atau e-sertifikat ini tetap ada wujud fisiknya. Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Kementerian ATR/BPN (Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional) menjelaskan bahwa e-sertifikat tetap ada wujud fisiknya.

Namun, formatnya lebih sederhana dibandingkan bentuk sertifikat sebelumnya, karena data-data pertanahan dan status kepemilikannya tersimpan secara elektronik di data base ATR/BPN.

Ini ciri-ciri fisik utama sertifikat tanah elektronik:

  1. Terdapat logo Kementerian ATR/BPN di pojok kiri atas.
  2. Terdapat lambang negara Burung Garuda di bagian tengah atas.
  3. Sertifikat memuat data elektronik seperti Nomor Identifikasi Bidang (NIB), kode unik/hashcode atas dokumen elektronik yang diterbitkan, QRCode untuk mengakses informasi sertifikat tanah elektronik tersebut, gambar bidang tanah beserta keterangan surat ukur dan QR Code untuk mengakses data surat ukur elektronik.
  4. Bukti pengesahan sertifikat tanah elektronik tersebut, yakni berupa tanda tangan elektronik dari pejabat Kementerian ATR/BPN, yang dilengkapi cap kantor pertanahan setempat.

Sebelumnya, sempat beredar kabar sertifikat fisik yang ada di tangan masyarakat pemilik tanah, akan ditarik. Namun hal tersebut dibantah Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan Jalil.

“BPN tidak akan pernah menarik sertifikat. Kalau ada orang mengaku dari BPN ingin menarik sertifikat, jangan dilayani. Sertifikat yang ada tetap berlaku sampai nanti dialihkan dalam bentuk elektronik,” kata Sofyan Jalil.

Sekjen Kementerian ATR/BPN, Himawan Arief Sugoto, menjelaskan di tahap awal sertifikat tanah elektronik, baru diterapkan ke instansi pemerintah. Rencananya akan diterapkan mulai bulan April.

Sementara untuk masyarakat umum, ia memastikan masih menggunakan sertifikat yang saat ini dimiliki. Ia juga memastikan tidak ada penarikan sertifikat sampai datanya sudah lengkap.

“Tahap awal sertifikat el untuk instansi pemerintah dan pada daerah yang sudah siap datanya,” kata Himawan.

D For GAEKON