Belanda Rela Gelontorkan Rp 3 Triliun untuk Susu Indonesia

0

Belanda telah memutuskan akan berkomitmen membangun pabrik susu di Indonesia, yang akan memiliki nilai investasi sebesar Rp 3 triliun.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadaliaa mengatakan, komitmen tersebut terjalin setelah kunjungan kenegaraan Raja Belanda Willem-Alexander bersama Ratu Maxima Zorreguieya Cerruti ke Indonesia, pekan lalu atau tepatnya pada 10 Maret 2020.

“Kerajaan Belanda kemarin, salah satu [kerja sama] yang diteken oleh BKPM itu adalah susu ya, pabrik susu kurang lebih sekitar Rp 3 triliun lebih,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam telekonferensi melalui YouTube BKPM yang dipantau GAEKON, Senin (23/3).

Bahlil mengatakan bahwa proses pembangunan pabrik susu itu sudah dilakukan pelatakan batu pertama atau ground breaking. Sejauh ini proyeksinya sudah berjalan dengan normal. “Groundbreaking sudah mulai jalan. Jadi nggak ada yang nggak jalan. Kalau dengan Belanda ya yang ditangani langsung oleh BKPM itu jalan terus,” jelasnya.

Bahlil mengakui, adanya wabah corona di Indonesia tidak menghalangi Belanda untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Apalagi, realisasi investasi yang sudah ada saat ini, sudah tercapai 70%. “Realisasi investasi mereka yang sudah ada konstruksinya sudah 70%, itu jalan terus, jadi no problem. Jalan terus nggak ada masalah,” imbuhnya.

Kunjungan Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima ke Indonesia menghasilkan sejumlah kesepakatan bisnis. Nilainya mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,3 triliun (kurs Rp 14.330/US$).

Kerja sama mencakup beberapa proyek. Pertama, investasi pengembangan terminal di Tanjung Priok. Kedua, pengembangan pabrik susu Friesland Campina. Ketiga, investasi produsen migas, Shell di sektor hilir migas.

W For GAEKON