Tak Hiraukan Kesejahteraan Rakyat, BEM Udayana Cap Jokowi “The Guardian Of Oligarch”

0

Tak Hiraukan Kesejahteraan Rakyat, BEM Udayana Cap Jokowi “The Guardian Of Oligarch”Gaekon.com – Presiden Joko Widodo kembali menjadi sorotan di dunia maya pasca Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana, Bali membagikan postingan fotonya di twitter.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, BEM Udayana membagikan postingan foto Joko Widodo yang disunting layaknya poster film layar lebar.

Tak hanya itu, mereka bahkan memberi judul The Guardian of Oligarch atau sang penjaga oligarki.

“[The Guardian of Oligarch] Hidup Rakyat Indonesia! Salam Perjuangan!,” tulisnya di akun twitter @BEM_Udayana.

BEM Udayana : Keadilan Di Indonesia Semakin Luntur

BEM Udayana menyebut bahwa menjelang ulang tahun RI ke-76, keadilan di Indonesia semakin luntur. Menurut mereka banyak kebijakan pemerintah yang tidak menghiraukan kesejahteraan rakyat.

“Dalam umurnya sebentar lagi menginjak angka 76, kehadiran keadilan di muka bumi pertiwi ini semakin luntur. Ketika kebijakan yang dibuat pemerintah malah tidak menghiraukan kesejahteraan dari rakyatnya,” tulisnya lagi.

Pengamat politik Hendri Satrio ikut berkomentar dalam postingan tersebut. Pihaknya mengatakan bahwa kritikan BEM Udayana ini memiliki nilai yang berbeda.

“Suara BEM Udayana ini punya nilai berbeda, ini Universitas dari daerah kantong suara pemilih penguasa dan partainya, sudah seharusnya evaluasi internal dan introspeksi dilakukan serius. Oh, tentang Mundur, seperti di youtube saya, Mundur itu butuh kesadaran, gak boleh dipaksa!,” kicau @satriohendri.

Beberapa warganet juga terlihat memenuhi kolom komentar. Bahkan salah satu dari mereka ada yang menunggu aksi para mahasiswa tersebut.

“Kalau sampai akhir tahun 2021 tidak ada gerakan nyata dari mahasiswa, berarti mereka (mahasiswa )adalah sama (dengan penguasa). Saya tunggu gerakanmu, jangan cuma berani di medsos, jangan takut dengan ancaman rektorat,” kata warganet.

“Kasian ya, sekarang dia[Jokowi] jadi dagelan kampus-kampus padahal dulu mahasiswa punya ekspektasi tinggi sama dia. Sayangnya, kepentingan politik tetep ga bisa bendung,” sahut lainnya.

Sebelumnya, BEM UI mengritik Jokowi dengan sebutan “King of Lip Service”, merujuk pada pengabaian terhadap janji-janjinya sendiri. Namun Jokowi menyebut hal itu sebagai ekspresi mahasiswa.

“Ya saya kira ini bentuk ekspresi mahasiswa dan ini negara demokrasi. Jadi kritik ini ya boleh-boleh saja,” ujar Jokowi melalui keterangan yang disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden (29/6).

D For GAEKON