BEM UI Enggan Hapus Postingan “Jokowi: The King Of Lip Service” Meski Telah Dipanggil Rektorat

0

BEM UI Enggan Hapus Postingan "Jokowi: The King Of Lip Service" Meski Telah Dipanggil RektoratGaekon.com – Rektorat Universitas Indonesia (UI) memanggil jajaran pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI terkait postingan “Jokowi: The King of Lip Service”. Pihaknya meminta keterangan tujuan propaganda BEM UI yang diunggah di akun Instagram dan Twitternya itu.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Tempo, Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra mengatakan bahwa Rektorat juga menanyakan siapa yang bertanggung jawab dan merumuskan unggahan tersebut.

Tujuan BEM UI Mengkritik

Leon menjelaskan bahwa BEM bertujuan mengkritik Presiden Jokowi yang pernyataannya dinilai tak sesuai dengan realita. Rektorat akan membahas hal tersebut di level pimpinan untuk menyesuaikan dengan tata kelola universitas.

Namun Leon mengaku tak mengetahui apakah ini akan berujung sanksi kepada BEM UI.

“Rektorat menyampaikan BEM UI kan terikat di bawah Rektorat, jadi apa yang dilakukan BEM UI harus menyesuaikan tata kelola universitas. Saya tidak tahu maksudnya, mungkin untuk sanksi atau apa pun itu,” kata Leon.

Leon enggan menghapus unggahan tersebut. Pasalnya, Leon mengatakan unggahan itu adalah bentuk kritik yang berlandaskan argumen dan data.

“Kami akan mempertahankan postingan itu dan itu bentuk kritik kami, karena kami juga punya dasar,” kata Leon.

Sementara itu Kepala Biro Humas dan Keterbukaan Informasi Publik UI Amelita Lusia mengatakan unggahan itu menyalahi aturan. Menurut Amelita kebebasan menyampaikan pendapat dan aspirasi memang dilindungi undang-undang, namun harus menaati koridor hukum yang berlaku.

Amelita menilai bahwa unggahan BEM UI itu kurang tepat dalam penyampaiannya karena menggunakan foto Presiden sebagai meme. Padahal, menurut Amelita, presiden merupakan simbol negara.

D For GAEKON