Bentrok Maut Perguruan Silat Di Lamongan, 3 Pendekar Luka Serius

0

Bentrok Maut Perguruan Silat Di Lamongan, 3 Pendekar Luka SeriusGaekon.com – Sebanyak 3 pendekar yang terlibat bentrok maut perguruan silat di Lamongan mengalami luka serius di muka dan kepalanya.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Suarajatim, Bentrok ini terjadi tepat saat perguruan Pagar Nusa (PN) melakukan pengesahan di Lamongan, Rabu (20/10).

Bentrok tersebut terjadi antara perguruan silat vs warga yang diduga diprovokasi oleh perguruan lain. Tiga pendekar yang mengalami luka serius pada muka dan kepalanya ini terindikasi berasal dari PN.

Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana mengonfirmasi hal ini. Pihaknya mengatakan bahwa ketiga korban mengalami luka yang cukup parah di bagian wajah dan kepalanya.

“Ya, ada 3 korban yang mengalami luka. Dan saat ini sedang dirawat di Puskesmas Karanggeneng,” ujarnya.

Mereka adalah AH, SA, dan NR. nsiden ini terjadi sekitar kawasan Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan.

Peristiwa ini bermula saat diselenggarakannya pengesahan warga baru perguruan silat Pagar Nusa sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat pengesahan berlangsung, acara itu berjalan dengan lancar dan kondusif, serta dalam pengawalan ketat Polres Lamongan. Namun, menurut AKBP Miko, sekitar pukul 14.00 WIB, polisi mendapat laporan bahwa ada rombongan konvoi dari warga yang hendak menuju ke lokasi acara pengesahan.

“Informasinya, para penggembira (warga yang konvoi) itu datang dari luar daerah, yaitu Mojokerto, Bojonegoro dan Lamongan,” katanya.

Beberapa saat kemudian petugas kepolisian bergegas untuk melakukan penyekatan terhadap rombongan konvoi agar mereka kembali ke daerah masing-masing. Namun, bentrokan tersebut lebih dulu pecah.

“Dari gesekan itu, akhirnya ada tiga korban. Dua di antaranya berasal dari Lamongan dan seorang korban dari Gresik,” kata AKBP Miko.

Polisi kemudian mengurai dan mendorong mundur para warga yang melakukan konvoi tersebut hingga ke perbatasan Bojonegoro dan Gresik.

Petugas berhasil menjaring 6 (enam) pemuda peserta konvoi yang diketahui sedang melakukan upaya provokasi. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, kemudian dilakukan pendekatan dan diberikan pemahaman.

“Sampai malam ini, polisi belum menentukan tersangka,” katanya.

Namun, AKBP Miko akan memastikan untuk segera memburu dan mencari tersangka yang terlibat dalam insiden bentrokan yang terjadi.

Sembari mendalami kasus ini, Polres juga mengaku sedang melakukan konsolidasi dan koordinasi terhadap para pengurus perguruan, mulai dari ranting hingga cabang. Hal ini dilakukan agar tidak terprovokasi dengan adanya kejadian ini.

D For GAEKON