Berdalih Tak Sesuai Prosedur, Edy Mulyadi Mangkir Panggilan Bareskrim

0

Berdalih Tak Sesuai Prosedur, Edy Mulyadi Mangkir Panggilan BareskrimGaekon.com – Edy Mulyadi tak memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Kehadiran Edy hanya diwakili oleh tim kuasa hukumnya.

Melansir dari CNN, Edy berdalih pemanggilan yang dilakukan polisi tak sesuai dengan prosedur. Tim Kuasa hukumnya hadir untuk mengantarkan surat permintaan penundaan pemeriksaan.

“Kami dari tim kuasa hukum Edy Mulyadi, hari ini beliau dipanggil tepatnya jam 10, kebetulan pak Edy Mulyadi tidak bisa hadir hari ini, ada halangan, jadi kami hari ini hanya mengantarkan surat untuk penundaan pemeriksaan kepada Mabes Polri,” kata Ketua Umum Tim Pembela Aqidah Islam (TPAI) Herman Kadir di Bareskrim Polri, Jumat (28/1).

Herman mengklaim Edy bakal hadir dalam agenda pemeriksaan selanjutnya jika nantinya telah dijadwalkan oleh penyidik.

“Insya Allah hadir panggilan kedua,” ujarnya.

Edy Mulyadi Menilai Proses Pemanggilan Tidak Sesuai KUHAP

Menurut Herman, salah satu alasan ketidakhadiran Edy adalah karena pihaknya menilai proses pemanggilan yang tidak sesuai dengan KUHAP.

“Jadi kan itu minimal harus tiga hari, ini baru dua hari sudah ada pemanggilan, intinya itu sudah tidak sesuai dengan KUHAP. Kami minta itu diperbaiki lagi surat pemanggilan,” ucap Herman.

Sebelumnya, kasus ini berkaitan dengan cuplikan video Edy Mulyadi yang sedang mempermasalahkan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Tak hanya itu, Edy juga menyindir Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Ia menyebut bahwa Ketua Umum Partai Gerindra itu sebagai macan yang jadi mengeong. Edy turut menyebut bahwa wilayah Kaltim sebagai tempat ‘jin buang anak’ sehingga menjadi aneh apabila ibu kota negara dipindahkan ke wilayah tersebut.

D For GAEKON