Berhasil Kabur, Tiga Tahanan Rutan Banda Aceh Kini Masuk DPO

0

Berhasil Kabur, Tiga Tahanan Rutan Banda Aceh Kini Masuk DPOGaekon.com – Tiga tahanan dan seorang narapidana di Aceh yang kabur beberapa bulan lalu kini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Seperti yang dilansir GAEKON dari Medcom, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banda Aceh Irhamuddin mengatakan bahwa keempatnya kini masuk DPO.

“Mereka sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang atau DPO. Hingga kini mereka masih dalam pencarian,” kata Irhamuddin.

Irhamuddin menyebutkan tiga tahanan dan satu narapidana yang melarikan diri tersebut merupakan penghuni kamar isolasi atau karantina.

Mereka dikarantina karena upaya melarikan diri beberapa waktu bersama tujuh orang lainnya. Namun, upaya mereka gagal.

“Waktu itu, ada 11 orang, namun mereka gagal kabur. Mereka kemudian dimasukkan ke kamar isolasi. Setelah pembinaan, seorang di antaranya sadar dan dikembalikan ke sel umum. Jadi, tinggal 10 orang. Dari 10 orang tersebut, empat di antaranya melarikan diri,” terangnya.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan Polda Aceh dan jajaran untuk menangkap tiga tahanan dan seorang narapidana tersebut. Masyarakat pun diminta melapor bila mengetahui keberadaan mereka.

“Pencarian terus dilakukan dengan bantuan kepolisian. Kami juga mengajak masyarakat yang mengetahui keberadaan mereka yang kabur dari Rutan Banda Aceh ini bisa melaporkan ke kepolisian terdekat,” ujarnya.

Sebelumnya, tiga tahanan dan seorang narapidana Rutan Kelas IIB Banda Aceh yang berada di kawasan Kahju, Aceh Besar, kabur setelah menjebol jeruji besi di atas pintu sel atau kamar penahanan.

Mereka kabur pada Rabu, 14 Oktober 2021, sekitar pukul 05.00 WIB. Penghuni Rutan Kelas IIB Banda Aceh yang kabur yakni Zuhri bin M Yasin. Ia merupakan tahanan dalam kasus narkoba yang saat ini masih dalam proses persidangan.

Selain itu, Azmi Hanafiah dengan status narapidana 14 tahun. Ia merupakan narapidana narkoba yang putusan hukumnya baru memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah. Kemudian, Muliadi bin Suid Ali, ia tahanan majelis hakim dalam perkara narkoba serta Sulaiman bin Abdul Hamid merupakan tahanan penyidik kepolisian yang juga dalam kasus narkoba.

D For GAEKON