Beri Julukan Ma’ruf Amin Dan Puan Maharani, Akun Instagram BEM KM Unnes Kini Hilang

0

Beri Julukan Ma'ruf Amin Dan Puan Maharani, Akun Instagram BEM KM Unnes Kini HilangGaekon.com – Wakil Presiden Ma’ruf Amin baru-baru ini mendapat julukan ‘The King of Silent’. Hal ini diketahui dari unggahan akun instagram BEM KM Unnes.

Namun anehnya, setelah menyematkan julukan tersebut, akun instagram BEM KM Unnas hilang. Tak hanya Ma’ruf Amin, Ketua DPR Puan Maharani juga mendapat julukan ‘The Queen of Ghosting’.

Rupanya, akun tersebut hilang lantaran mendapat reaksi berlebihan dari pimpinan kampus. BEM KM Unnes menilai berlebihan, pasalnya kritik yang diberikan untuk dua petinggi tersebut berdasarkan fakta.

Respon pihak kampus itu dibantah oleh Ketua BEM KM Unnes, Wahyu Suryono. Menurutnya, tanggapan pihak kampus terhadap kritikan tersebut di luar akal sehat.

“BEM KM UNNES menganggap respon pimpinan menanggapi unggahan kritikan terhadap Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Ketua DPR Puan Maharani adalah reaksi yang berlebihan dan di luar akal sehat. Kritikan yang diunggah BEM KM UNNES sudah berbasis dengan data dan dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya,” tuturnya.

Ma’ruf Amin Dinilai Selalu Absen

Wahyu juga mengatakan bahwa kritik itu memang berdasarkan kenyataan. Dimana Ma’ruf Amin selalu absen di tengah krisis pandemi sehingga dijuluki ‘The King of Silent‘. Sementara Puan Maharani sering memberikan harapan palsu dan menyakiti rakyat sehingga dijuluki ‘The Queen of Ghosting’.

“Pasca-mengunggah kritikan terhadap Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden RI yang dijuluki ‘The King of Silent’ akibat absennya beliau dalam ruang publik di tengah krisis pandemi dan Puan Maharani sebagai Ketua DPR yang dijuluki sebagai ‘The Queen of Ghosting’ akibat terlalu seringnya wakil rakyat memberikan harapan palsu dan menyakiti rakyat, BEM KM UNNES mendapatkan reaksi yang berlebihan dari pimpinan Universitas. Bahkan, kabar terbarunya, akun instagram official BEM KM UNNES dinonaktifkan dan seluruh unggahan terhapus,” urainya.

Juru bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi mengatakan bahwa para mahasiswa tersebut tidak melihat secara utuh tugas yang telah dilakukan oleh Ma’ruf Amin. Masduki mengatakan bahwa kritik yang diberikan itu perlu ada pembandingnya.

Sementara menurut politikus PDIP Arteria Dahlan sindiran yang disematkan BEM KM Unnes untuk Puan tidak berdasarkan kajian. Ia menilai bahwa mahasiswa jaman sekarang berlindung di balik kata ‘mengkritik’, padahal menurutnya, hal itu sudah bisa dikatakan menista.

D For GAEKON