Berikrar Setia NKRI, Napi Terorisme Umar Patek Dapat Remisi Bisa Bebas Tahun Depan

0

Berikrar Setia NKRI, Napi Terorisme Umar Patek Dapat Remisi Bisa Bebas Tahun DepanGaekon.com – Narapidana kasus terorisme, Umar Patek mendapat remisi karena berkelakuan baik selama di tahanan dan berikrar setia pada NKRI.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar.

“Mendapat remisi tentu karena adanya catatan perilaku yang baik, maka kita ikut memberikan apresiasi terhadap mas Umar yang ikut berpartisipasi dalam program-program yang dijalankan oleh lapas, bekerjasama dengan BNPT,” kata Boy.

Mendapat Remisi Karena Mencintai Negara Dan NKRI

Boy juga mengungkapkan bahwa Umar sebagai warga binaan mencintai negara ini dan NKRI. Hal itulah yang membuat Umar mendapat remisi.

“Sehingga kita lihat hari ini mas Umar juga sebagai warga binaan yang juga menyampaikan berbagai statement dan testimoni yang intinya beliau mencintai negara ini dan NKRI,” tambahnya.

Umar Patek mendapat remisi dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan ke-76 RI pada 17 Agustus 2021 lalu. Hukumannya dikurangi selama enam bulan, sehingga total remisi yang didapatkannya selama menjadi warga binaan ialah 21 bulan.

Umar kini menjadi napi teroris yang dibui di Lapas Klas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur atau Lapas Porong. Berkat remisi, ia bisa bebas tahun depan.

Boy mengatakan Umar Patek pun bersedia membantu pemerintah Indonesia dalam melawan paham terorisme.

“Dalam posisi sebagai warga binaan kita berharap ada nilai tambah kepada mas Umar dan semua teman teman agar nanti bila keluar itu, sudah siap untuk beraktivitas, dan aktivitas itu memiliki dampak bermanfaat, itu yang kita harapkan,” kata Boy.

Boy menerangkan pihak BNPT juga turut melakukan program deradikalisasi terhadap napiter tersebut sesuai amanat pada Undang-undang nomor 5 Tahun 2018.

Boy juga mengatakan bahwa Umar menjadi salah satu contoh keberhasilan program tersebut. Umar telah jauh berbeda dari sebelumnya saat masih terpapar pemikiran radikal dan mengakui kesalahannya.

Umar Patek merupakan terpidana 20 tahun penjara yang terlibat dalam kasus bom bali 2002 lalu. Ia ditangkap di Abbottabad, Pakistan pada 25 Januari 2011.

Ia merupakan anggota Jamaah Islamiyah yang kala itu juga diburu oleh sejumlah negara lain seperti Filipina, Australia dan Amerika Serikat karena terlibat aksi teror.

D For GAEKON